Interview: The Werewolf in the Ancient World oleh Daniel Ogden

Artikel

Kelly Macquire
oleh , diterjemahkan oleh Fatiya Azizah
diterbitkan pada 06 Mei 2021
X
translations icon
Tersedia dalam bahasa lain: Bahasa Inggris, Prancis

Dalam wawancara ini, World History Encyclopedia berbincang dengan Daniel Ogden tentang buku barunya The Werewolf in the Ancient World.

Daniel Ogden (Penulis): Terima kasih telah mengundang saya!

Kelly (WHE): Tentu, kami sangat senang bisa berbincang dengan Anda. Bisakah anda menjelaskan sedikit tentang buku Anda?

Sisihkan pariwara

Advertisement

Daniel: Ini adalah buku pertama yang membahas tentang manusia serigala dalam sejarah kuno. Banyak sekali buku yang membahas tentang manusia serigala, tapi tidak ada yang berfokus pada sejarah kuno. Buku ini mencoba mengulik tentang bukti-bukti kuno dan tentang bagaimana ilmu manusia serigala dibahas di sejarah kuno. Pembahasan paling penting di dalam buku ini adalah menghubungkan bukti kuno dengan bukti terbaru, yaitu bukti di abad pertengahan. Pada abad ke-12, tiba-tiba manusia serigala menjadi topik yang banyak dibahas dalam sastra pertengahan, Anglo-French, Prancis, dan sastra Nordik. Sejak itu, tradisi berlanjut. Ada hubungan langsung antara persepsi modern dan manusia serigala di abad ke-12.

Blood Moon with Wolf
Bulan Berdarah dengan Serigala
Kalvicio de las Nieves (CC BY-NC)

Bukti kuno ada pada rentang abad ke-7 SM dalam karya Homer dan mereda kurang lebih pada sekitar 400 M. Sekitar 800 tahun lamanya tidak ditemukan apapun mengenai manusia serigala, kemudian topik ini muncul lagi di abad ke-12. Ada dua hipotesis. Satu, orang-orang di abad ke-12 membaca teks kuno dan menjadi tertarik dengan manusia serigala lagi dan memulai kembali, ini alasan yang masuk akal. Hipotesis yang kedua, alternatif yang lebih menarik, adalah sebenarnya manusia serigala sudah sangat mengakar di cerita rakyat Eropa, menjadi populer untuk beberapa abad, kemudian pada Masa Kegelapan, topik ini hilang, dan pada abad ke-12 M mereka kembali muncul. Saya setuju dengan hipotesis yang kedua, lebih menarik dan mendekati kebenaran.

Sisihkan pariwara

Advertisement

Kelly: Jadi, tidak ada yang benar-benar tahu dari mana mitos ini berasal. Apakah muncul begitu saja?

"Menurut saya manusia serigala berasal dari kisah-kisah. Rumah manusia serigala ada dalam cerita horor perkemahan, selalu." - Daniel Ogden

Daniel: Tidak, tidak ada yang tahu dari mana asalnya, dan ini masih menjadi perdebatan. Beberapa mengatakan ide manusia serigala adalah proyeksi ide tentang sekumpulan pejuang muda. Ide ini belum terbukti, tapi banyak masyarakat kuno dan masyarakat modern punya budaya untuk mengelompokkan remaja muda transisional dan para muda dewasa ke dalam kelompok-kelompok prajurit tertentu. Dalam sejarah kuno, mereka biasanya adalah prajurit yang dikirim untuk berpatroli di perbatasan, tidak seperti prajurit dengan persentajaan lengkap yang sungguhan. Mereka percaya ada banyak masyarakat yang punya tradisi prajurit muda seperti ini, dan adanya ide mengenai manusia serigala bisa menjelaskan mengapa para anak muda menjadi liar, tidak disiplin, dan menjadi sekadar prajurit perbatasan. Saya sendiri tidak percaya.

Sisihkan pariwara

Advertisement

Saya akui ini adalah kasus yang sangat menarik, tapi saya rasa manusia serigala tidak tumbuh dari praktek sosial atau budaya seperti itu. Menurut saya manusia serigala berasal dari kisah-kisah. Asal mula manusia serigala adalah cerita horor perkemahan. Gagasan ini sangat menyolok dan kuat, dan digunakan secara metafora oleh masyarakat dengan cara yang berbeda-beda. Gagasan mengenai prajurit muda ini adalah salah satu yang bisa dikaitkan dengan gagasalan sebelumnya, ditambah beberapa hal lainnya. Hal ini bisa dikaitkan juga dengan topik penyakit, keduanya bisa ditemukan di sejarah kuno.

Kelly: Ketika anda mengibaratkan masa muda sebagai laki-laki, ada banyak binatang liar lainnya yang lebih tepat digunakan dibandingkan serigala. Tapi bagi saya tidak semenarik penggunaan serigala. Jadi, hipotesis anda masuk akal.

Daniel: Melihat budaya di seluruh dunia, mengapa hanya ada manusia serigala, bukan manusia kelinci, misalnya? Saya enggan membahas manusia serigala lebih dari sekadar ide tentang manusia yang berubah menjadi serigala dan kembali lagi menjadi manusia. Saya enggan menambahkan lebih dari definisi dasar konsepnya. Ada satu hal yang mengakar di bukti kuno dan cerita rakyat zaman pertengahan, yaitu gagasan 'masuk ke hutan' (into the woods). Kalimat ini sangat sering muncul. Manusia berubah menjadi serigala seraya berlari ke dalam hutan, dan kadang-kadang manusia keluar dari hutan dan berubah menjadi serigala. Tapi ini juga ada berkat musikal karya Stephen Sondheim, yang judulnya dipilih dengan sangat, sangat baik, dengan menjadi simbolis untuk sejarah cerita rakyat kita.

Sisihkan pariwara

Advertisement

Tapi saya setuju itu berkaitan dengan sesuatu yang fundamental, mungkin mengenai manusia serigala, bahwa manusia serigala mewujudkan transisi atau oposisi antara atau negosiasi manusia beradab dan di sisi lainnya adalah binatang liar. Jika sudah memahami ini, kita bisa tahu mungkin pemilihan serigala didasarkan pada pertimbangan bahwa mereka adalah binatang paling buas di alam liar. Saya pikir faktor lainnya adalah ukuran serigala besar, atau yang sangat-sangat besar dan manusia hampir mirip. Mudah untuk membayangkan perubahan antara manusia dan serigala dibanding perubahan antara manusia ke kelinci, misalnya.

Dolon on an Attic Red-figure Lekythos
Dolon di atas Lekythos, sosok merah di loteng.
Marie-Lan Nguyen (CC BY)

Kelly: Jadi, sepertinya pemilihan binatang ini didasari kemiripannya dengan manusia, dan dikotomi antara manusia yang beradab dan manusia liar sepertinya sudah ada lama di dalam sejarah, contohnya epik Gilgamesh, yang menceritakan bagaimana Gilgamesh dan Enkidu menyeimbangkan satu sama lain dan belajar sesuatu dari satu sama lain.

Daniel: Itu poin yang sangat bagus. Ya, benar.

Kelly: Sepanjang sejarah apakah ada perubahan berarti? Saya tahu ada era kegelapan, tapi benarkah hanya gagasan mengenai manusia yang berubah menjadi serigala, pergi ke hutan, lalu kembali menjadi manusia? Atau ada hal tertentu yang berubah?

Sisihkan pariwara

Advertisement

Daniel: Gagasan mengenai manusia yang berulang kali berubah menjadi serigala, saya pikir banyak orang yang setuju ini selaras dengan ide modern tentang manusia serigala.

Kelly: Bagaimana dengan bulan purnama?

Daniel: Itu hal lain. Kemungkinan hal tersebut dimulai, dilihat dari apa yang ditunjukan bukti-bukti, pada periode pertengahan. Meskipun hal tersebut bukan cara yang biasa digunakan pada sejarah kuno untuk mengajarkan tentang manusia serigala. Bagaimanapun, sejarah kuno punya satu kisah bagus tentang manusia serigala, dan ini diceritakan oleh Petronius. Kisah ini bisa dibaca di novelnya yang berjudul Satyricon. Isinya menceritakan pesta makan malam yang digelar oleh orang kaya baru bernama Trimalchio yang dulunya seorang budak, kemudian dibebaskan. Ia tidak berpendidikan, tapi suka membual tentang pengetahuannya, dan sebenarnya semua pemahamannya tentang mitos salah. Di tengah-tengah makan malam tersebut, Ia dan salah satu temannya yang dibebaskan bernama Niceros bertukar kisah horor perkemahan. Niceros bercerita tentang manusia serigala, kisahnya waktu Ia masih menjadi budak, dan waktu itu Ia punya seorang kekasih yang bekerja di pub. Penjelasan waktunya tidak begitu jelas, tapi diperkirakan Niceros berencana untuk menemuinya malam hari, tuannya punya teman tentara yang mendampinginya, jadi tentara ini ikut bersamanya.

Mereka berjalan beriringan di sebuah jalan setapak yang dibatasi pagar tombak. Si tentara berhenti sebentar untuk kencing. Niceros menunggu dengan kedua tangannya di sakunya sambil bersiul, ketika berbalik, dia melihat tentara itu melepas semua pakaiannya. Kemudian Ia mengencingi pakaiannya dalam bentuk lingkaran dan berubah menjadi serigala, kemudian kabur. Niceros berlari ke tumpukan pakaiannya untuk melihat apa yang terjadi dan ternyata pakaian tersebut sudah berubah menjadi batu. Air kencing yang melingkarinya sangat ajaib, tujuannya untuk melindungi pakaian. Dia menjadi ketakutan, walaupun berada di jalanan dengan batas tombak, Ia membayangkan dirinya diserang oleh hantu dari segala sisi sambil berlari pergi sampai akhirnya sampai ke rumah kekasihnya.

Pub itu juga sebuah pertanian, dan kekasihnya bilang Niceros harusnya tiba lebih awal karena ada penangkapan serigala, serigala itu kemudian dibantai. Salah satu budak menancapkan tombak ke lehernya dan Ia kabur dengan lehernya terluka. Pagi selanjutnya, Niceros berjalan pulang, dan ketika melewati pagar tombak tempat kemarin Ia melihat ada pakaian ditinggalkan, tumpukan pakaian itu sudah hilang, dan ada darah. Saat Ia akhirnya pulang, Ia melihat teman tentaranya dibaringkan di ranjang dengan seorang dokter menahan luka di lehernya. Pada saat itu, Niceros sadar Ia adalah manusia serigala. Mungkin menurut Anda, dia sebenarnya sudah sadar waktu melihatnya berubah menjadi manusia serigala. Meskipun begitu, Ia berkata "Saya tidak akan makan bersama dia lagi." Menurut saya ada keterlibatan bulan purnama saat ini terjadi, atau penyebutan kalau bulan bersinar dengan terang, jadi mungkin juga bukan bulan purnama.

The Moon
Bulan
Frode Steen (CC BY)

Kelly: Masih mengacu pada bulan, sepertinya ada hal penting terkait dengannya.

Daniel: Ya, tentu. Tadi itu adalah cerita yang hebat, dan ada beberapa ide penting. Cukup menarik karena dikatakan Niceros menyadari si Tentara adalah manusia serigala waktu melihatnya di ranjang dengan leher terluka. Pengenalan luka juga menjadi tema umum, lagi-lagi, di kisah-kisah pertengahan Eropa selanjutnya. Saya pikir jelas bahwa ide ini dipaksakan menjadi motif dalam sejarah kuno, karena menurut saya tidak masuk akal dalam konteks kisah Petronius. Ia sudah tahu tentara itu adalah manusia serigala waktu Ia berubah, tapi jelas-jelas 'mengenali luka' manusia serigala adalah motif fundamental yang harus ada.

Poin lainnya yang bisa dibahas, tentu saja, adalah pentingnya menjaga pakaian. Motif ini tidak dijelaskan lebih lanjut dalam konteks kuno, tapi sebenarnya tidak perlu, karena sudah jelas. Mengapa manusia serigala harus memastikan pakaiannya aman? Kita bisa menebak dengan mudah karena Ia akan memerlukannya kembali ketika kembali menjadi manusia. Ide tentang menjaga pakaian karena Anda bergantung padanya ketika berubah kembali menjadi manusia dikembangkan di periode pertengahan.

Ada anggapan bahwa perubahan manusia serigala adalah siklus berulang, bukan transformasi satu kali saja.

Kelly: Menarik, karena saya rasa kalau melihat manusia serigala dalam budaya pop sekarang, hal tersebut tidak dijelaskan. Di film, Anda hanya akan melihat mereka merobek bajunya dan berubah menjadi manusia serigala, dan Anda bertanya-tanya, 'baiklah, apakah pakaianmu akan kembali waktu menjadi manusia lagi atau nanti Kau pulang telanjang bulat'? Hal ini tidak dijelaskan.

Daniel: Hal lainnya dalam cerita ini adalah meskipun hanya melihatnya berubah sekali, tapi dibuat sangat jelas perubahan tersebut adalah hal yang berulang-ulang. Apalagi, di baris terakhir, "Saya tidak mau makan bersama dia lagi", ini jelas karena Ia takut hal ini akan terjadi lagi dan dia bisa dimakan oleh serigala. Ada anggapan bahwa perubahan manusia serigala adalah siklus berulang dan bukan transformasi satu kali saja. Ini sangat penting dalam gagasan modern tentang manusia serigala.

Kelly: Tentu saja, dan fakta bahwa dia mengencingi pakaiannya menunjukkan bahwa dia jelas sudah tahu apa yang harus dilakukan.

Daniel: Ya, dan tentu saja, itu juga menyiratkan manusia serigala juga punya kekuatan magis. Kita tidak bisa hanya buang air kecil di sekitar pakaian kita dan mengubahnya menjadi batu.

Kelly: Apakah manusia serigala dipandang negatif atau dihormati dalam budaya? Apakah itu hal yang positif untuk memiliki manusia serigala?

Daniel: Ada banyak interpretasi. Di sejarah kuno, anehnya, sejumlah referensi tampaknya cukup netral. Ada penyebutan tukang sihir atau penyihir yang berubah jadi serigala.

Kelly: Jadi, mereka tidak selalu laki-laki?

Daniel: Bukti-bukti yang membuktikan adanya manusia serigala wanita dan hal terkait dengannya cukup terbatas, saya rasa bisa dikatakan, ada pada puisi Latin. Ada banyak dalam puisi elagiac. Ya, ada manusia serigala betina di sejarah kuno. Ada juga orang-orang yang kelihatannya baik. Harus direkonstruksi dengan begitu rupa dari referensi di Pliny dan Pausanias. Seorang pria bernama Demarchus atau Demaenetus berubah menjadi serigala di Arcadia. Kisah ini diceritakan dengan cara yang sulit dipahami sehingga sulit untuk direkonstruksi, tetapi saya menebak - yang terjadi adalah dia menghadiri pengorbanan Zeus Lycaeus (Wolfie Zeus) di Gunung Lycaon (Gunung Wolfie) dan musuh, musuh pribadinya, menyelipkan beberapa daging manusia ke dalam sesajennya. Sesajen hewan dibagi rata dengan cara biasa, tapi entah bagaimana ada beberapa daging manusia yang diselipkan, dan dia memakan ini, kurasa, tanpa sadar.

Sangat tepat sebenarnya menyebut konsumsi daging manusia adalah salah satu cara berubah menjadi manusia serigala, dan ini bukan satu-satunya bukti. Jadi setelah melakukan itu, dia berubah menjadi serigala untuk jangka waktu, saya pikir, sembilan tahun, dan kita tidak diberitahu bagaimana dia bisa berubah kembali. Saya tidak tahu apakah ada cara khusus atau mungkin dia baru saja terkena kutukan sembilan tahun dengan memakan daging manusia. Tapi setelah itu, dia menjadi pemenang Olimpiade yang sangat terhormat, konon, dan tidak ada bukti kuat mengatakan dia orang jahat. Tampaknya dia berakhir menjadi pria baik. Jadi, Ada manusia serigala yang baik, dan saya pikir dia adalah korban penipuan. Ini sebenarnya satu tema dengan manusia serigala awal abad pertengahan itu juga; mereka kemungkinan besar sebenarnya adalah korban penipuan.

Kelly: Itu menarik karena saya kira ketika memikirkan tentang manusia serigala saat ini, mereka bisa jahat atau baik, jadi tidak ada batas yang jelas. Terima kasih banyak telah bergabung dengan saya hari ini, sangat menyenangkan berbincang dengan Anda!

Daniel: Terima kasih.

Sisihkan pariwara

Advertensi

Tentang Penerjemah

Fatiya Azizah
Fatiya is passionate about history, especially related to language and literature. She has graduated with English Literature degree.

Tentang Penulis

Kelly Macquire
Kelly is a graduate from Monash University who has completed her BA (Honours) in Ancient History and Archaeology, focussing on iconography and status in Pylos burials. She has a passion for mythology and the Aegean Bronze Age.

Kutip Karya Ini

Gaya APA

Macquire, K. (2021, Mei 06). Interview: The Werewolf in the Ancient World oleh Daniel Ogden [Interview: The Werewolf in the Ancient World by Daniel Ogden]. (F. Azizah, Penerjemah). World History Encyclopedia. Diambil dari https://www.worldhistory.org/trans/id/2-1751/interview-the-werewolf-in-the-ancient-world-oleh-d/

Gaya Chicago

Macquire, Kelly. "Interview: The Werewolf in the Ancient World oleh Daniel Ogden." Diterjemahkan oleh Fatiya Azizah. World History Encyclopedia. Terakhir dimodifikasi Mei 06, 2021. https://www.worldhistory.org/trans/id/2-1751/interview-the-werewolf-in-the-ancient-world-oleh-d/.

Gaya MLA

Macquire, Kelly. "Interview: The Werewolf in the Ancient World oleh Daniel Ogden." Diterjemahkan oleh Fatiya Azizah. World History Encyclopedia. World History Encyclopedia, 06 Mei 2021. Web. 11 Agu 2022.