Robert Schumann

Mark Cartwright
oleh , diterjemahkan oleh Setefanus Suprajitno
diterbitkan pada
Translations
Cetak PDF
Robert Schumann, 1850 (by Johann Anton Völlner, Public Domain)
Robert Schumann, 1850 Johann Anton Völlner (Public Domain)

Robert Schumann (1810-1856) adalah seorang komponis musik Romantik asal Jerman. Dia dikenal lewat karya-karya piano dan orkestra, serta lebih dari 250 lagu atau lieder. Dia juga seorang kritikus musik dan mendirikan majalah musik miliknya sendiri. Istrinya, Clara Schumann (1819-1896), seorang pianis konser dan komponis yang. Clara memberi inspirasi kepada Robert untuk mencoba membuat karya yang lebih besar, sepeti simfoni.

Karya Schumann tidak terlalu populer semasa hidupnya. Dia terus menerus dihantui oleh bayangan penyakit jiwa. Dia pernah mencoba bunuh diri, dan dia dirawat di rumah sakit jiwa akibat mengalami halusinasi. Saat ini, Robert Schumann dianggap sebagai salah satu tokoh terbesar dalam musik Romantik, yang dikenal sebagai aliran musik yang menekankan pada eksprerimen dan ekspresi artistik personal, yang sering kali mendapat inspirasi dari seni, sastra, dan alam.

Sisihkan pariwara
Advertensi

Masa Awal

Robert Schumann lahir di Zwickau, Saxony, pada tanggal 8 Juni 1810. Ayahnya, August Schumann, adalah seorang penjual buku , tetapi minatnya jauh lebih dalam dari sekedar menjual buku sastra karena dia menerjemahkan seluruh karya Lord Byron (1788-1822) dan Walter Scott (1771-1832) ke dalam bahasa Jerman. Ini mungkin menjelaskan gairah seumur hidupnya untuk karya sastra, khususnya karya-karya penulis Romantik seperti Jean Paul Richter (1763-1825), yang merupakan penulis yang disukainya. Robert menempuh pendidikan di Lyceum Zwickau, dan prestasi akademiknya biasa-biasa saja.

Kehidupan Robert berubah drastis ketika ayahnya meninggal pada tahun 1826 akibat gangguan kejiwaan. Tragedi keluarga berlanjut ketika saudara perempuannya, Emilie, yang juga mengidap masalah kejiwaan, melakukan bunuh diri. Sejak itu, Robert selalu hidup dengan rasa takut bahwa dia juga akan mengalami hal yang sama. Ibunya sangat memanjakannya, dan dia “diperbolehkan untuk menikmati barang-barang yang mahal seperti sampanye dan cerutu saat masih di sekolah” (Arnold, 1647). Ketika dia masih kecil, Robert sudah membuat musiknya sendiri. Dan karena kemampuannya ini, dia bisa mengambil les piano secara privat di Leipzig, tempat dia belajar ilmu hukum mulai tahun 1828. Karena merasa tidak nyaman dengan studinya – ibunyalah yang mendorong dia untuk belajar ilmu hukum – Robert pindah ke Universitas Heidelberg pada tahun 1829. Di sana, dia juga tidak memberikan kesan yang baik pada dosen-dosennya, dan dia juga masih tetap tidak tertarik untuk belajar hukum, yang dia gambarkan sebagai “yurisprudensi yang dingin dengan definisi-definisi yang beku.” Robert memutuskan untuk melakukan perjalanan besar-besaran untuk melihat tempat-tempat budaya di Swiss dan Italia (Steen, 400).

Sisihkan pariwara
Advertensi
Schumann tidak hanya ingin memanjakan telinga pendengarnya, tetapi juga menciptakan citra yang mengesankan di benak mereka.

Schumann tidak membuat orang terlalu terkesan akan permainan pianonya. Harapannya untuk menjadi pianis konser pupus sejak awal akibat kecelakaan aneh yang melibatkan alat yang dia desain sendiri untuk memperkuat jari-jarinya. Itu setidaknya versi tradisional. Beberapa ahli sejarah modern berpendapat bahwa cedera tersebut terjadi akibat pengobatan sifilis dengan memakai merkuri (seperti yang tercatat dalam rekam medisnya). Apa pun penyebab sebenarnya, yang pasti adalah bahwa Schumann menderita cedera tangan yang permanen dan melemahkannya. Karena itu, Schumann beralih ke kritik musik dan menciptakan komposisinya sendiri. Di bidang ini dia meraih kesuksesan yang besar. Akhirnya, dia menemukan panggilannya. Seperti yang dikatakannya sendiri saat dia menyelesaikan komposisi pertamanya: “Di malam hari tanpa tidur, aku sadar akan sebuah misi yang muncul menjulang di hadapanku seperti puncak gunung yang jauh” (Schonberg, 182).

Robert Schumann's Birthplace
Tempat lahir Robert Schumann Unknown Artist (Public Domain)

Kepribadian

Schumann merupakan seorang yang tidak banyak bicara, sangat sensitif, dan rentan mengalami perubahan suasana hati. Dia sendiri pernah mengatakan bahwa sifatnya itu memiliki dua aspek yang berlawanan, sebagai mengklasifikasikan karakternya memiliki dua sisi yang berlawanan: “Florestan (ekstrovert dan gegabah) dan Eusebius (melamun, melankolis, introvert)”. Kedua sisi ini mencerminkan dirinya sebagai orang yang bertindak sekaligus sebagai pemimpi (Wade-Matthews, 362). Sejarawan musik, H. C. Schonberg, meringkas kepribadian dan penampilan Schumann sebagai berikut:

Sisihkan pariwara
Advertensi

Seorang pria pendiam, berperawakan sedang, dengan wajah sensitif dan bibir yang selalu mengerucut seolah sedang bersiul sendiri… Sebagai seorang yang berhati besar, dermawan, berdedikasi, dan mencintai musik, dia selalu membantu bakat-bakat muda.

(179)

Gaya Komposisi

Schumann sering terinspirasi oleh karya sastra. Salah satu komposisi pianonya yang paling awal, Papillons (Kupu-kupu), yang diterbitkan pada 1832, terinspirasi oleh novel karya Jean Paul. Sumber inspirasi lainnya datang dari komponis-komponis besar sebelum dia. Schumann bersikeras untuk memainkan setidaknya satu karya Johann Sebastian Bach (1685-1750) setiap hari. Ia juga pengagum pemain biola sensasional Niccolò Paganini (1782-1840) yang disebutnya sebagai “titik balik dalam sejarah virtuositas” (Wade-Matthews, 355).

The New Oxford Companion to Music memberikan penilaian berikut tentang gaya komposisi Schumann:

Gaya komposisi pianonya sangat unik, menggunakan pedal peredam dan rentang tengah instrumen untuk menciptakan suara yang sensual dan memukau.

(1647)

Western Classical Music, c. 1700-1950
Musik Klasik Barat (1700-1950) Simeon Netchev (CC BY-NC-ND)

Schumann tidak hanya ingin memanjakan telinga pendengarnya, tetapi dia juga menciptakan citra yang mengesankan di benak mereka. Ia pernah mencatat bahwa “semakin istimewa sebuah karya, semakin banyak citra individual yang tersebar di hadapan kepada pendengar, dan semakin abadi pula karya itu sepanjang masa” (Schonberg, 146). Dalam upayanya ini, serta penolakannya terhadap bentuk-bentuk musik standar, Schumann menjadi salah satu tokoh yang menciptakan pendekatan baru yaitu Romantisisme. Seperti dicatat Schonberg:

Romantisisme mencapai kejayaannya bersama dengan Robert Schumann. Setiap aspek Romantisisme tercermin dalam dirinya. Dia introspektif, idealis, memiliki ikatan spiritual yang erat dengan aspek sastra pada zamannya, seorang inovator, kritikus, propagandist bagi hal yang baru—dan seorang komponis besar… Suasana hati, warna, saran, kiasan—inilah hal yang penting bagi Schumann.

(178-9)

Schumann menolak bentuk-bentuk standard sekaligus memegang teguh keyakinannya. Pertama, ide yang mengilhami musik seharusnya menentukan bentuk musik tersebut, bukan sebaliknya. Kedua, musik seharusnya menjadi pengalaman estetis seutuhnya. Ketiga, dan ini yang terpenting, musik harus bersifat personal. Karena penolakan dan keyakinan inilah, karyanya dicerca oleh kritikus yang berpikiran tradisional di seluruh Eropa. Semasa hidupnya, Schumann mungkin menderita karena kritik-kritik ini, tetapi musik piano tetap menjadi karyanya paling populer tepatnya karena musik pianonya itu, seperti yang dijelaskan oleh The Encyclopedia of Music:

Sisihkan pariwara
Advertensi

…merangkum kehidupan pribadinya yang misterius, penuh dengan alusi sastra dan musik, referensi autobiografis serta kriptogram: banyak karya pianonya dibentuk dengan menjadikan Clara sebagi referensi, misalnya melalui padanan musikal dari huruf-huruf nama Clara.

(365)

Clara Schumann
Clara Schumann Franz Hanfstaengl (Public Domain)

Clara Schumann

Schumann memiliki banyak hubungan asmara sebelum dia mencoba untuk membangun citra yang lebih pantas dan kemudian secara diam-diam dia bertunangan dengan Ernestine von Friken, putri seorang baron. Dia menggubah rangkaian karya piano Carnaval sebagai ungkapan perasaannya kepada Ernestine. Setiap karya tersebut mengekspresikan satu sisi dari karakter Schumann. Namun, Ernestine bukanlah cinta sejatinya. Faktanya, Schumann telah bertemu dengan seorang wanita yang ditakdirkan mengubah hidupnya. Clara Wieck, dari Leipzig, adalah pianis yang melakukan debut musiknya pada tahun 1828 saat berusia sembilan tahun. Clara juga seorang penyanyi dan pemain biola yang piawai, dan dia juga seorang komponis. Ayahnya dan gurunya adalah komponis Friedrich Wieck (Ernestine juga pernah menjadi muridnya). Schumann pernah menjadi murid Wieck dan tinggal bersama keluarga gurunya di Leipzig. Dia pertama kali bertemu dengan Clara saat Clara berusia sembilan tahun. Ketika Clara berusia 15 tahun, Schumann mencoba menjalin hubungan asmara dengannya, tetapi ayah Clara tidak terkesan dan melarang keduanya untuk bertemu lagi. Baik Clara maupun Schumann tidak ingin menyerah pada hubungan mereka, meskipun Clara dipaksa untuk tur konser ke Austria dan Bohemia. Schumann akhirnya melamar Clara pada tahun 1837, tetapi keteguhannya justru membuat Wieck mengajukan gugatan hukum atas perbuatan yang tidak menyenangkan terhadap Schumann. Akhirnya kasus tersebut terselesaikan pada tahun 1840, dan hasilnya memungkinkan Clara dan Robert Schumann menikah pada tanggal 12 September di tahun itu juga, tepat sehari sebelum ulang tahun Clara yang ke-21.

Dalam majalahnya, Schumann mempromosikan musik baru secara umum dan mengkritik mereka yang menentang Romantisisme baru.

Schumann menggubah siklus lagu Myrthen (Bumban Pengantin) sebagai hadiah pernikahan untuk istrinya. Pasangan itu terus tinggal di Leipzig, dan Schumann terinspirasi untuk menulis katalog lagu seni atau lied yang hebat, yang menjadikannya salah satu tokoh terkemuka dalam genre ini di Jerman. Lied adalah satu genre yang dikembangkan oleh Schumann, yang “memperluas konsep lagu seni, yang menjadikan piano sebagai pasangan lebih halus, serta menambahkan prelude dan postlude piano” (Schonberg, 192).

Setelah menikah, Clara tetap melanjutkan kariernya sebagai pianis konser dengan bakat yang langka. Dia tampil di berbagai tempat di Eropa dan sering memainkan karya suaminya. Mereka memiliki delapan anak (tiga meninggal saat bayi). Anaknya yang sulung seorang perempuan dengan nama Marie yang lahir pada September 1841. Mereka berkolaborasi menggubah musik, terutama siklus lagu Liebesfrühling yang berisi tiga lagu karya Clara dan sembilan karya Robert Schumann. Karya-karya Clara umumnya lebih disukai publik daripada karya suaminya. Ini menjadi sumber gesekan dalam rumah tangga mereka dan tidak membantu rasa percaya diri Schumann yang sudah rapuh. Ada pula masalah praktis, yaitu Schumann tidak menginginkan istrinya berlatih di rumah ketika dia sedang mencoba untuk menggubah musik. Meskipun demikian, Clara tetap menjadi sumber inspirasi Schumann dalam banyak hal, dan dialah yang mendorong suaminya untuk mencoba komposisi yang lebih ambisius seperti konserto piano, biola, cello, dan beberapa simfoni. Seperti halnya dengan lagu-lagunya, kekuatan Schumann dalam karya-karya besar ini terletak pada penyusunan yang cerdas dengan motif berulang dan fokus yang kuat pada melodi. Namun, kritikus mencatat bahwa orkestrasinya agak kurang halus.

Sisihkan pariwara
Advertensi
Johannes Brahms c. 1855
Johannes Brahms sekitar tahun 1855 Unknown Artist (Public Domain)

Dukungan pada Musisi Lain

Pada tahun 1834, Schumann mendirikan majalah musik yang berpengaruh, Neue Leipziger Zeitschrift für Musik, yang terbit dua kali seminggu. Dia menjadi editor dalam terbitan berkala ini selama satu dekade, dan dia mempromosikan musisi-musisi yang sedang naik daun. Schumann juga meyakinkan para penerbit musik untuk bekerja sama dengan komponis-komponis seperti Johannes Brahms (1833-1897) dan Hector Berlioz (1803-1869), serta menerbitkan karya-karya inovatif mereka. Schumann pernah menyatakan, “Saya percaya bahwa Johannes adalah Rasul sejati, yang juga akan menulis Kitab Wahyu" (Thompson, 154). Schumann memberi Brahms julukan “elang muda”. Rasa hormat tersebut bersifat timbal balik. Brahms pernah menyatakan, “Bagi saya, kenangan Schumann itu sakral. Seniman yang luhur dan murni itu selamanya tetap menjadi tipe ideal saya” (Wade-Matthews, 362). Brahms membalas persahabatan Schumann dengan merawat Clara ketika Schumann menderita gangguan saraf pada tahun 1854. Ada perdebatan apakah Brahms dan Clara pernah menjadi lebih dari sekedar teman, tetapi bukti yang ada sangat sedikit , dan Clara, setelah kematian Robert yang terlalu dini, tetap mengenakan pakaian hitam sebagai tanda berkabung selama sisa hidupnya. Surat-surat pribadi Clara memberikan wawasan tambahan tentang pengabdiannya kepada suaminya hingga akhir hayatnya.

Dalam majalahnya, Schumann mempromosikan musik baru secara umum dan mengkritik mereka yang menentang Romantisisme baru. Schumann bahkan membuat perkumpulan kritikus imajiner yang dia beri nama Liga Daud (Davidsbund), yang diambil dari nama pembunuh raksasa Goliath dalam Alkitab. Anggota-anggota perkumpulan ini diberi nama-nama yang fantastis, yang kemudian menginspirasi Schumann untuk menggubah lagu berjudul Davidsbündlertänze atau Tarian Liga Daud (1837), yang terdiri dari 18 karya yang masing-masing diberi nama yang sesuai dengan nama anggota perkumpulan dan yang mencerminkan kepribadian mereka.

Schumann cepat dalam memuji bakat baru. Dalam jurnalnya yang popular. dia menulis tentang kemunculan Frédéric Chopin (1810–1849), “Angkat topi, bapak-bapak, seorang jenius!” (Thompson, 112). Dengan cara yang mengesankan dia menggambarkan musik Chopin sebagai “meriam yang terkubur di dalam bunga” (Schonberg, 198). Schumann juga menggambarkan Felix Mendelssohn (1809-1847) sebagai “Mozart abad ke-19” (Wade-Matthews, 358) dan menyatakan dia sebagai “musisi terkemuka pada zaman kita” (Schonberg, 235).

Sisihkan pariwara
Advertensi

Schumann memberikan kontribusi besar lainnya bagi dunia musik klasik ketika dia pergi ke Wina pada tahun 1839 dan memilah-milah dokumen seorang komponis, mendiang Franz Schubert (1797-1828). Dia menemukan Simfoni Kesembilan Schubert yang sebelumnya hilang. Schumann segera menyadari nilai temuannya dan mengadakan penampilan perdana simfoni tersebut di Leipzig pada tanggal 29 Maret 1839. Simfoni itu kini dianggap sebagai salah satu karya Schubert yang terbaik.

Karya Utama

Karya-karya terpenting Robert Schumann meliputi, dengan tahun publikasi di dalam kurung:

Abegg – variasi piano (1832)
Kupu-kupu (Papillons) – rangkaian karya piano (1832)
Carnaval – rangkaian karya piano (1835)
Études symphoniques – rangkaian variasi (1837)
Tarian Liga Daud (Davidsbündlertanze) – karya piano (1837)
Adegan Masa Kecil (Kinderszenen) – karya piano (1838)
Fantasia dalam C untuk piano (1838)
Kreisleriana for piano (1838)
Cinta Seorang Penyair (Dichterliebe) – siklus lagu (1840)
Bumban Pengantin (Myrthen) – siklus lagu (1840)
Cinta dan Kehidupan Seorang Wanita (Frauenliebe und -leben) – siklus lagu (1840)
Cinta Musim Semi (Liebesfrühling) – siklus lagu (1841)
Simfoni No. 1 Musim Semi (1841)
Konserto Piano (1841-5)
Kuintet Piano dan String (1842)
Kuartet Piano dan String (1842)
Kuartet Piano (1842)
Surga dan Peri (Des Paradies und die Peri) – oratorio (1843)
Cerita Dongeng (Phantasiestücke) – untuk klarinet, piano, and biola (1849)
Konserto Cello (1850)
Symphony No. 3 Rhenish (1850)
Genoveva – opera (1850)
Adegan dari “Faust” karya Goethe (Szenen aus Goethes Faust) – musik choral (1853)
Konserto Biola (1853)

Penyakit, Kematian, dan Warisan

Pada tahun 1842, Schumann mengajar di Konservatori Leipzig. Di tahun 1844, pasangan Schumann mengadakan tur konser ke Rusia di mana Clara tampil untuk tsarina. Di musim gugur 1844, mereka pindah ke Dresden, lalu melakukan tur singkat ke Austria. Karena mengalami kesulitan dalam berkarya di paruh akhir tahun 1840-an, Schumann mengalami depresi. Dia sudah pernah mengalami gangguan saraf pada tahun 1834. Meskipun sebagai seorang komponis tanpa arah, dia diangkat menjadi direktur musik kota di Düsseldorf pada tahun 1950. Tugasnya meliputi memimpin orkestra kota, tetapi posisi ini bukanlah bidang yang sesuai dengan bakatnya. Kesehatan fisik dan mentalnya terus memburuk. Ketertarikannya pada pemanggilan arwah malah memperburuk keseimbangan mentalnya. Namun paling tidak, dia berhasil mendirikan Choral Union di Dresden pada 1848, dan operanya yang berjudul Genoveva dipromosikan serta dipentaskan untuk pertama kalinya oleh Franz Liszt pada 1850, meski tampaknya Liszt adalah salah satu dari sedikit orang yang menemukan nilai dalam karya tersebut. Kritik pers terhadap kemampuannya sebagai dirigen mungkin menjadi penyebab krisis berikutnya pada tahun 1852. Kritik tersebut mungkin beralasan, karena para musisi di Festival Lower Rhine pada tahun 1953 mengeluh bahwa pengabaan Schumann buruk. Ia akhirnya berhenti menjadi dirigen di tahun berikutnya.

Sisihkan pariwara
Advertensi
Robert & Clara Schumann
Robert & Clara Schumann Eduard Kaiser (Public Domain)

Sejak awal 1854, Schumann menderita halusinasi yang mengganggu. Halusinasinya itu biasanya berupa suara dan muncul di malam hari. Ketika dia berhalusinasi, dia mengalami beragam imajinasi, dari malaikat yang mengirimkan melodi-melodi baru yang menarik hingga hingga suara hyena dan tawa setan yang tiada henti-hentinya. Pada bulan Februari 1854, Schumann mencoba bunuh diri. Dia terjun ke dalam Sungai Rhine, tetapi untungnya dia diselamatkan oleh seorang kapten kapal uap. Lalu, atas kemauannya sendiri dia dirawat di rumah sakit jiwa di Endenich dekat Bonn. Ironisnya, saat itulah dunia musik internasional mulai mengakui Schumann sebagai komponis dengan bakat langka. Schumann menghabiskan dua setengah tahun di rumah sakit jiwa tersebut. Clara tidak mengunjunginya karena dokter yang merawat Schumann berpendapat bahwa kontak akan menghambat pemulihan pasiennya (ini sama sekali bukan satu-satunya perlakuan yang dialami oleh Schumann di sana). Bagaimanapun juga, Clara harus mencari nafkah dan membiayai anak-anaknya dengan melakukan tur konser di berbagai tempat.

Robert Schumann meninggal pada 29 Juli 1856. Clara mengunjungi suaminya yang sakit parah beberapa hari sebelum kematiannya. Ini adalah pertemuan pertama mereka dalam dua setengah tahun terakhir. Meskipun dia terkejut dengan kelemahan fisik Robert dan ucapannya yang meracau, Clara merasa senang dapat memeluk suaminya sekali lagi, dan dia mengatakan, “Aku mendapat pandangan Robert lembut. Itu akan aku ingat sepanjang hidupku!” (Steen, 421). Penyebab kematian Robert mungkin adalah sifilis, karena Schumann memang menderita penyakit tersebut, atau bahkan karena pola hidup yang sengaja dijalani dengan setengah kelaparan. Riwayat penyakit kejiwaan dalam keluarga terus berlanjut setelah Robert, karena putranya, Ludwig, juga menghabiskan hari-harinya di rumah sakit jiwa.

Clara terus melakukan tur, yang ternyata sangat sukses. Dia tetap tampil hingga usia tujuh puluhan. Dia juga menyunting katalog musik suaminya yang telah meninggal untuk memastikan agar pengaruhnya tetap ada dalam karya-karya komposer seperti Brahms, Edvard Grieg (1843-1907), dan Béla Bartók (1881-1945). Clara hidup 40 tahun lebih lama dari suaminya. Dia tidak pernah menikah lagi. Ketika Clara meninggal pada Mei 1896, ia dimakamkan di samping Robert di sebuah pekuburan kecil di luar Bonn. Hubungan antara Schumann, Clara, dan Brahms menjadi tema film Hollywood tahun 1947 berjudul Song of Love (Nyanyian Cinta) yang dibintangi Katharine Hepburn. Sebuah museum kecil di Zwickau didedikasikan untuk pasangan Schumann, dan museum ini berisi banyak barang pribadi mereka.

Sisihkan pariwara
Advertensi

Pertanyaan & Jawaban

Apa yang dikenal dari Robert Schumann?

Robert Schumann dikenal karena musik Romantiknya, dia terutama banyak menggubah lagu. Schumann juga dikenal karena mengalami gangguan jiwa dan mengakhiri hidupnya di sebuah rumah sakit jiwa.

Mengapa Schumann masuk rumah sakit jiwa?

Komponis Robert Schumann masuk rumah sakit jiwa karena dia mengalami beberapa kali gangguan saraf, pernah mencoba bunuh diri, dan menderita halusinasi.

Apa yang terjadi pada Robert Schumann sehingga mengakhiri kariernya sebagai pianis?

Karier Robert Schumann sebagai pianis konser berakhir setelah dia mengalami kerusakan permanen pada tangannya, kemungkinan akibat penggunaan sebuah alat yang dirancang untuk memperkuat jari-jarinya.

Tentang Penerjemah

Setefanus Suprajitno
Setefanus Suprajitno adalah dosen di Prodi Magister Sastra, Universitas Kristen Petra.

Tentang Penulis

Mark Cartwright
Mark adalah seorang penulis, peneliti, sejarawan, dan editor penuh waktu. Minat khususnya meliputi seni, arsitektur, dan gagasan yang ada di semua peradaban. Mark meraih gelar MA dalam bidang Filsafat Politik dari University of York dan menjabat sebagai Direktur Penerbitan di WHE.

Sitasi Karya Ini

Gaya APA

Cartwright, M. (2025, Desember 03). Robert Schumann. (S. Suprajitno, Penerjemah). World History Encyclopedia. https://www.worldhistory.org/trans/id/1-23409/robert-schumann/

Gaya Chicago

Cartwright, Mark. "Robert Schumann." Diterjemahkan oleh Setefanus Suprajitno. World History Encyclopedia, Desember 03, 2025. https://www.worldhistory.org/trans/id/1-23409/robert-schumann/.

Gaya MLA

Cartwright, Mark. "Robert Schumann." Diterjemahkan oleh Setefanus Suprajitno. World History Encyclopedia, 03 Des 2025, https://www.worldhistory.org/trans/id/1-23409/robert-schumann/.

Sisihkan pariwara