---
title: Amos
author: Rebecca Denova
translator: Setefanus Suprajitno
source: https://www.worldhistory.org/trans/id/1-20609/amos/
format: machine-readable-alternate
license: Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike (https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/)
updated: 2026-06-19
---

# Amos

_Ditulis oleh [Rebecca Denova](https://www.worldhistory.org/user/rdenova/)_
_Diterjemahkan oleh [Setefanus Suprajitno](https://www.worldhistory.org/user/setefanussupraj)_

Amos tercatat sebagai salah satu dari duabelas nabi-nabi kecil dalam Alkitab Ibrani. Dia juga merupakan salah satu orang yang pertama kali menulisan penglihatan-penglihatannya. Gempa bumi yang tercatat dalam Kitab Amos pasal satu menunjukkan bahwa Amos hidup pada tahun 760-755 SM.

### Dua Kerajaan

Sekitar tahun 1000 SM, Kerajaan Israel Bersatu yang menggabungkan [dua belas suku Israel](https://www.worldhistory.org/trans/id/2-1822/dua-belas-suku-israel/) berhasil terbentuk pada masa pemerintahan Raja Daud dan Raja Salomo. Setelah Salomo naik takhta, dia membangun Bait Suci, yang dikenal sebagai Bait Suci pertama. Namun, dalam proses pembangunannya, ia mengerahkan tenaga kerja secara paksa dari suku-suku tersebut. Ini membuat dia disamakan dengan Firaun dari Mesir. Ia juga mengizinkan penyembahan berhala di negaranya. Para istrinya yang banyak itu juga diizinkan untuk membangun kuil dan tempat pemujaan bagi dewa-dewa mereka sendiri.

Setelah kematian Salomo, sepuluh suku meminta putranya untuk menghentikan kerja paksa tersebut, tetapi dia menolak. Sebagai tindakan balasan, sepuluh suku ini, di bawah kepemimpinan seorang pria yang bernama bernama Yerobeam, memisahkan diri dan menetap di Israel utara. Dua suku lainnya, Benyamin dan Yehuda, tetap berada di selatan. Selama beberapa abad berikutnya, Kerajaan Israel di Utara dan Kerajaan Yehuda di Selatan terkadang bersatu untuk melawan penjajah asing, tetapi mereka juga saling berperang

Amos berasal dari Yehuda, tetapi dia berkarya di Kerajaan Israel, terutama di kota Samaria dan Betel. Amos dipanggil untuk berkhotbah di Betel karena raja di Kerajaan Utara mendirikan tempat ibadah di sana, yang terkenal karena adanya mezbah anak lembu emas. Ini merupakan percampuran tradisi dan penyembahan berhala. Namun, Amazia, sang imam besar, melaporkannya kepada Raja Yerobeam II, sehingga Amos harus melarikan diri ke selatan. Hal ini mungkin menjadi saat ketika dia memutuskan untuk mewartakan penglihatan-penglihatannya agar dapat diikuti oleh orang lain.

Pada masa perluasan kekaisarannya, bangsa Asyur, yang merupakan pewaris dari Sebagian wilayah Mesopotamia kuno, bergerak ke arat dan menaklukkan Kerajaan Israel Utara pada tahun 722 SM. Bangsa Asyur ini mengusir orang Israel dari wilayah tersebut dan memindahkan mereka ke timur. Ini merupakan saat di mana sepuluh suku Kerajaan Utara (Kerajaan Israel) hilang dari sejarah. Kekaisaran berikutnya yang muncul,Babilonia Baru, menaklukkan Yerusalem dan menghancurkan Bait Suci Salomo pada tahun 587 SM.

### Peran Para Nabi

Tema fundamental dari semua kitab para Nabi adalah penjelasan mengapa bencana-bencana ini terjadi. Apakah dewa-dewa bangsa Asyur dan Babilonia lebih kuat daripada Allah Israel? Para nabi itu sepakat menyatakan bahwa dosa-dosa bangsa Isreal itulah yang menyebabkan bencana-bencana tersebut terjadi. Dosa besar itu adalah mengizinkan penyembahan berhala dan mengabaikan perintah-perintah Allah. Allah tetap menjadi Allah yang terbesar di alam semesta, tetapi Dia menggunakan dewa-dewa (kekuatan) bangsa Asyur dan Babilonia untuk menghukum dan mendisiplinkan Israel. Kendati demikian, para nabi juga menyampaikan pesan harapan: di masa depan, Allah akan turun tangan dalam sejarah manusia dan memulihkan segala keadilan di hari-hari terakhir. Amos secara konsisten menyebut waktu ini sebagai “hari [Tuhan](https://www.worldhistory.org/trans/id/1-10299/tuhan/)” atau “hari penghukuman” bagi orang-orang berdosa.

Tulisan Amos menjadi penting karena tiga alasan berikut:

- Kecaman terhadap raja-raja Israel (Kerajaan Utara) dan bagaimana hal itu menyebabkan kejatuhan mereka.
- Nubuat tentang jatuhnya Yerusalem.
- Penekanan pada pengabaian keadilan sosial antara orang kaya dan orang miskin.

### Tema dan Pengajaran dalam Kitab Amos

Para nabi Israel adalah orakel (istilah yang merujuk pada orang atau tempat) yang menjadi sarana manusia untuk berkomunikasi dengan tuhannya. Orakel tersebut dikuasai olah para tuhan mereka dan berfungsi sebagai sarana untuk nubuatnya. Pasal pertama kitab Amos ini berupa serangkaian nubuat Allah terhadap kota-kota tetangga Israel: Damsyik, Gaza, Tirus, Edom, Amon, dan Moab. Semua kota ini bersalah karena penyembahan berhala dan menindas orang Israel. Namun, Allah juga akan menghukum dosa Yehuda:

> Karena tiga perbuatan jahat Yehuda, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah menolak hukum TUHAN, dan tidak berpegang pada ketetapan-ketetapan-Nya, tetapi disesatkan oleh dewa-dewa kebohongannya, yang diikuti oleh nenek moyangnya, Aku akan melepas api ke dalam Yehuda, sehingga puri Yerusalem dimakan habis. (Amos 2:4-5)

Amos menggambarkan Allah sebagai sosok yang etis, dalam arti bahwa Allah tidak dapat dipengaruhi oleh apa pun kecuali kebenaran dari orang yang beriman. Sebagai Allah yang adil, Allah menuntut cara hidup yang benar, dan bukan ritual keagamaan:

> Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang. Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar. Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir. (Amos 5:21–24)

Gagasan ini juga ditemukan dalam kitab-kitab nabi lain, khususnya Yesaya dan [Yeremia](https://www.worldhistory.org/trans/id/1-20620/yeremia/). Namun, konsep tersebut bukanlah larangan terhadap cara ibadah Israel itu sendiri (seperti pengorbanan), melainkan peringatan bahwa ritual tanpa kehidupan yang benar dan pertobatan adalah sia-sia. Antara Allah dan Israel, perjanjian itu adalah kontrak moral. Jika Israel tidak memenuhi kewajiban moralnya, Allah berhak membatalkan kontrak tersebut.

[ ![Manuscript of Amos 2, c. 550 CE](https://www.worldhistory.org/img/r/p/500x600/6663.jpg?v=1751795107) Manuskrip Amos 2, sekitar tahun 550 M Unknown Artist (Public Domain) ](https://www.worldhistory.org/image/6663/manuscript-of-amos-2-c-550-ce/ "Manuscript of Amos 2, c. 550 CE")Allah menciptakan bangsa-bangsa lain bersama dengan Israel, yang seharusnya menjadi teladan kebenaran bagi yang lain. Sama seperti bangsa-bangsa lain yang berdosa dan akan menghadapi hukuman Allah, demikian pula halnya dengan bangsa Israel.

> Kulihat Tuhan berdiri dekat mezbah, dan Ia berfirman: “Pukullah hulu tiang dengan keras, sehingga ambang-ambang bergoncang, dan runtuhkanlah itu ke atas kepala semua orang, dan sisa-sisa mereka akan Kubunuh dengan pedang; tidak seorang pun dari mereka akan dapat melarikan diri, dan tidak seorang pun dari mereka akan dapat meluputkan diri. … Sekalipun mereka berjalan di depan musuhnya sebagai orang tawanan, Aku akan memerintahkan pedang untuk membunuh mereka di sana. … Sesungguhnya, TUHAN Allah sudah mengamat-amati kerajaan yang berdosa ini: Aku akan memunahkannya dari muka bumi! Tetapi Aku tidak akan memunahkan keturunan Yakub sama sekali." (9:1-8)

Unsur terakhir ini menciptakan konsep yang dikenal sebagai sisa yang benar. Ide ini adalah bahwa akan selalu ada sekelompok kecil orang Israel yang tidak berdosa; mereka akan bergabung dengan Allah ketika Dia mendatangkan kerajaan-Nya di bumi.

Ketidakadilan ekonomi ditujukan kepada para perempuan Samaria dan para penguasa:

> Dengarlah firman ini, hai lembu-lembu Basan, yang ada di gunung Samaria, yang memeras orang lemah, yang menginjak orang miskin, yang mengatakan kepada tuan-tuanmu: bawalah ke mari, supaya kita minum-minum! Tuhan ALLAH telah bersumpah demi kekudusan-Nya: sesungguhnya, akan datang masanya bagimu, bahwa kamu diangkat dengan kait dan yang tertinggal di antara kamu dengan kail ikan. (Amos 4:1-2).

Bagi orang-orang kaya dan mereka yang berpuas diri di Samaria dan Sion:

> yang berbaring di tempat tidur dari gading dan duduk berjuntai di ranjang; … yang minum anggur dari bokor, dan berurap dengan minyak yang paling baik, tetapi tidak berduka karena hancurnya keturunan Yusuf! Sebab itu sekarang, mereka akan pergi sebagai orang buangan di kepala barisan, dan berlalulah keriuhan pesta orang-orang yang duduk berjuntai itu. (Amos 6:4-7)

> Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu, supaya kita membeli orang lemah karena uang dan orang yang miskin karena sepasang kasut; dan menjual terigu rosokan? (8:5)

### Penafsiran Kristen

Pada misi Kristen awal, orang-orang dari bangsa lain, yaitu yang bukan Yahudi ingin bergabung. Dalam pertemuan yang dikenal sebagai Konsili Apsotolik (Sidang Para Rasul) di Yerusalem, Yakobus memutuskan bahwa orang bukan Yahudi dapat bergabung tanpa harus mengikuti tanda-tanda identitas etnis Yahudi (sunat, hukum makanan, dan perayaan Sabat). Menurut Lukas dalam Kisah Para Rasul 15, Yakobus membenarkan hal itu dengan mengutip penglihatan Amos tentang apa yang akan terjadi ketika kerajaan Allah datang:

> Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala, supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku. (Amos 9:10-11)

Namun, pada saat yang sama, para penulis Kristen juga, para penulis Kristen juga menafsirkan kritik Amos terhadap orang Yahudi di masa lalu sebagai bagian dari polemik mereka terhadap Yudaisme kontemporer secara keseluruhan.

[ ![Amos Grieves over Israel](https://www.worldhistory.org/img/r/p/500x600/6659.jpg?v=1599461105) Amos meratapi Israel Gustave DorÃ© (Public Domain) ](https://www.worldhistory.org/image/6659/amos-grieves-over-israel/ "Amos Grieves over Israel")Di dunia modern, Amos sering kali dikutip dalam kritik terhadap ketidakadilan sosial dan ekonomi yang terus berlanjut. Martin Luther King, Jr. (1929–1968) mengutip Amos dalam pidatonya “Aku Memiliki Impian (I Have a Dream)”: “Kita tidak akan puas sampai keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir.”

Dalam karya apokrifa Kisah Para Nabi (*Vitae Prophetarum*), ditulis bahwa Amos dibunuh oleh anak Amazia, imam besar di Betel. Ia dimakamkan di Yehuda. Amos diangkat sebagai santo dalam tradisi Ortodoks Timur maupun Barat.

#### Editorial Review

This human-authored definition has been reviewed by our editorial team before publication to ensure accuracy, reliability and adherence to academic standards in accordance with our [editorial policy](https://www.worldhistory.org/static/editorial-policy/).

## Daftar Pustaka

- [Barton, John. *The Theology of the Book of Amos .* Cambridge University Press, 2012.](https://www.worldhistory.org/books/0521671752/)

## Tentang Penulis

Rebecca I. Denova, Ph.D. adalah Guru Besar Emeritus mengenai Kekristenan Awal di Departemen Studi Agama, Universitas Pittsburgh. Belum lama ini beliau telah merampungkan sebuah buku, "The Origins of Christianity and the New Testament" (Wiley-Blackwell)

## Garis Waktu

- **c. 750 BCE**: Approximate date of the composition of the [Bible](https://www.worldhistory.org/bible/)'s [Book of Amos](https://www.worldhistory.org/Book_of_Amos/).

## Sitasi Karya Ini

### APA
Denova, R. (2026, June 18). Amos. (S. Suprajitno, Penerjemah). *World History Encyclopedia*. <https://www.worldhistory.org/trans/id/1-20609/amos/>
### Chicago
Denova, Rebecca. "Amos." Diterjemahkan oleh Setefanus Suprajitno. *World History Encyclopedia*, June 18, 2026. <https://www.worldhistory.org/trans/id/1-20609/amos/>.
### MLA
Denova, Rebecca. "Amos." Diterjemahkan oleh Setefanus Suprajitno. *World History Encyclopedia*, 18 Jun 2026, <https://www.worldhistory.org/trans/id/1-20609/amos/>.

## Lisensi &amp; Hak Cipta

Dikirim oleh [Setefanus Suprajitno](https://www.worldhistory.org/user/setefanussupraj/ "User Page: Setefanus Suprajitno"), dipublikasikan pada 18 June 2026. Silakan periksa sumber aslinya untuk informasi hak cipta. Harap diperhatikan bahwa konten yang ditautkan dari halaman ini mungkin memiliki ketentuan lisensi yang berbeda.

