---
title: RMS Titanic
author: Mark Cartwright
translator: Janet Estherina
source: https://www.worldhistory.org/trans/id/1-19812/rms-titanic/
format: machine-readable-alternate
license: Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike (https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/)
updated: 2026-09-26
---

# RMS Titanic

_Ditulis oleh [Mark Cartwright](https://www.worldhistory.org/user/markzcartwright/)_
_Diterjemahkan oleh [Janet Estherina](https://www.worldhistory.org/user/janetestherina)_

RMS *Titanic* adalah kapal samudra yang dimiliki oleh White Star Line, yang tenggelam setelah menabrak sebuah gunung es pada pelayaran perdananya dari Southampton ke New York pada 15 April 1912. Lebih dari 1.500 pria, wanita, dan anak-anak tewas dalam kejadian itu, dan ada 705 orang yang selamat. Pada 1985, bangkai kapal *Titanic* ditemukan beberapa mil di bawah laut di dasar samudra Atlantik oleh Robert D. Ballard.

*Titanic* adalah kapal terbesar pada masanya, dengan ukurannya yang luar biasa dan sangat kokoh sehingga kapal tersebut dianggap 'tidak bisa tenggelam'. Namun pada akhirnya kapal tersebut menghantam gunung es di tengah samudra Atlantik, melubangi lambung kapal yang berada di bawah garis air sehingga banyak air yang masuk yang menenggelamkan kapal dalam beberapa jam. Walaupun sekoci yang dibawa lebih banyak dari yang diminta oleh peraturan, jumlahnya masih tidak cukup untuk menyelamatkan semua penumpang dan kru dari kapal. Tenggelamnya *Titanic*, yang masih merupakan kasus kapal tenggelam terburuk pada masa damai, mengguncang dunia dan mendorong perombakan total regulasi pembangunan kapal dan inovasi untuk keamanan di laut.

### Desain

RMS *Titanic* adalah kapal samudra penumpang kelas Olympic, kapal-kapal saudaranya adalah RMS *Olympic* dan RMS *Britannic*. Titanic diluncurkan dari galangan kapal Harland and Wolff di Belfast, Irlandia Utara pada 31 Mei 1911. Kapal ini dibangun menggunakan 300 kerangka yang ditutup dengan 2.000 lempengan baja yang dipasang dengan 3 juta paku keling. Agar kapal tidak tenggelam bila bagian lambung rusak, bagian dalam dibagi menjadi 16 kompartemen kedap air, yang mampu ditutup rapat dengan pintu elektrik. Pintu-pintu ini mampu ditutup terlepas dari satu sama lain dan mampu dioperasikan dari anjungan kapal atau secara manual. Bahkan bila dua kompartemen tertabrak dan dimasuki air, kapal akan tetap terapung. Saat itu, tampaknya butuh kejadian yang sangat hebat untuk membahayakan penumpang *Titanic* saat di laut. Untuk berjaga-jaga bila yang terburuk terjadi, kapal tersebut dilengkapi sekoci. Kapal ini membawa 20 sekoci (kapasitas 1.178 orang), melebihi yang ditetapkan oleh regulasi (minimum 16). Walau tidak cukup untuk semua penumpang dan kru kapal, saat itu orang-orang mengira bahwa bila dibutuhkan, sekoci hanya akan mengangkut penumpang ke kapal penyelamat terdekat.

Titanic berukuran sepanjang 269,1 meter (882 kaki 9 inci) dan, sesuai dengan namanya, memiliki bobot perpindahan 66.000 ton. Berat jangkar utamanya sendiri 15.5 ton. Ukuran kapal ini setara dengan gedung tingkat 11, dan merupakan benda bergerak buatan manusia terbesar pada masanya, sangat besar sampai dermaga baru harus dibangun di pelabuhan asalnya di Southampton. Tenaga luar biasa yang diperlukan untuk menggerakkan benda sebesar ini berasal dari dua mesin uap yang bergerak bolak-balik dan turbin bertekanan rendah. Mesin-mesin ini, saat digabungkan memberikan ketiga baling-balingnya tenaga sebesar 55.000 tenaga kuda dan kecepatan 24-5 knots.

### Perlengkapan Interior

Ukuran *Titanic* memberikan banyak ruang untuk dikerjakan oleh desainer interior kapal tersebut, dan mereka mendekorasi kapal tersebut dengan gaya yang mewah. Fasilitas-fasilitas untuk penumpang dalam kapal belum pernah terdengar sebelumnya dan sangat megah dalam lingkup dan pembuatannya. *Titanic* memiliki pemandian Turki, tempat olahraga, lapangan squash, dua geladak pejalan kaki yang tertutup, dan bahkan sebuah kolam renang. Kemewahan ruang makan, ruang tunggu, dan ruang baca kelas atas melebihi hotel paling mewah manapun di darat. Menu makanan untuk kelas satu umumnya termasuk tiram, filet mignon, steak sirloin, pate de foie gras, dan kue krim yang baru dibuat. Tangga ganda dan kubah kaca kecil di ruang makan utama memberikan kesan kepada penumpang bahwa mereka sedang memasuki sebuah istana. Tangganya sendiri merupakan kehebatan teknis dan menuruni tujuh dek menuju bagian bawah kapal.

[ ![Grand Staircase, RMS Titanic](https://www.worldhistory.org/img/r/p/750x750/14051.jpg?v=1788415866) Tangga Besar RMS Titanic Cliff (CC BY) ](https://www.worldhistory.org/image/14051/grand-staircase-rms-titanic/ "Grand Staircase, RMS Titanic")Kabin untuk penumpang kelas satu dan dua dilengkapi dengan perabot dan hiasan yang tidak tertandingi. Kabin-kabin kelas tersebut memiliki pemanas elektrik, kasur ekstra lebar, wastafel marmer, dan kamar bersebelahan untuk pelayan. Penumpang kelas tiga tidak memiliki fasilitas-fasilitas ini dalam kelas dek mereka, tetapi setidaknya mereka mendapatkan kabin dan kenyamanan yang melebihi penumpang kapal pesiar kelas tiga lainnya yang harus berbagi kamar.

### Penumpang dan Kru

Kapten *Titanic* adalah Edward J. Smith, yang merupakan kapten White Star Line paling berpengalaman dan sangat populer dengan orang-orang di dalam kapal. Smith, pilihan pertama perusahaan tersebut untuk pelayaran perdana, berencana untuk pensiun setelah pelayaran ini. Pimpinan White Star Line sendiri, J. Bruce Ismay, dan direktur pelaksana Harland and Wolff, Thomas Andrews, yang memahami kapal ini luar dalam. Ketiganya semestinya benar-benar tidak siap untuk menghadapi malapetaka yang akan datang, Smith sebelumnya mengatakan: "Saya tidak bisa membayangkan keadaan yang mampu menenggelamkan sebuah kapal… Pembuatan kapal modern sudah melebihi itu" (Lord, 55).

Penumpang terkenal termasuk pebisnis miliarder John Jacob Astor, salah satu pria terkaya di dunia, konglomerat tambang Benjamin Guggenheim, dan anggota kongres Isidor Straus, pemilik Macy's di New York, toko serba ada terbesar di dunia. Ada juga penerbit Henry Sleeper Harper, bintang film Dorothy Gibson, pemain tenis Karl H. Behr, dan Margaret Brown, filantrop kaya yang dikenal selamanya setelah kejadian tersebut sebagai "Unsinkable Molly Brown". Ada beberapa yang nyaris naik ke kapal tersebut. Pemodal J. P. Morgan membatalkan tiketnya karena sakit, seperti juga dua anggota keluarga Vanderbilt yang kaya raya, tetapi mereka telat untuk mengklaim kembali bagasi mereka dan satu pelayan. Antara penumpang biasa, ada 13 pasangan yang berbulan madu dan banyak yang meninggalkan tanah air mereka, berharap untuk memulai hidup baru yang lebih baik di Amerika.

[ ![Edward J. Smith, Captain of the Titanic](https://www.worldhistory.org/img/r/p/500x600/14049.png?v=1745092628) Edward J. Smith, Kapten Titanic Unknown Artist (Public Domain) ](https://www.worldhistory.org/image/14049/edward-j-smith-captain-of-the-titanic/ "Edward J. Smith, Captain of the Titanic")### Gunung Es Greenland

*Titanic* berangkat dari Southampton pada 10 April 1912, berhenti sebentar di Cherbourg di Prancis dan Queenstown (sekarang Cobh) di Irlandia pada tanggal 11 untuk menjemput penumpang dan mengambil surat terbaru. Setelah itu, kapal tersebut mengangkut lebih dari 2,200 orang di dalam, semuanya ingin melihat Amerika, dan beberapa untuk pertama kalinya dalam hidup mereka.

Semuanya berjalan dengan baik untuk empat hari awal. Kemudian radio kapal menerima peringatan pertama dari keenam peringatan bahwa ada es di samudra Atlantik pada 14 April. Sebagai respons dari pengamatan kapal-kapal lainnya, Kapten Smith memerintahkan agar *Titanic* mengambil rute ke selatan. Untuk berjaga-jaga, enam pengawas ditugaskan untuk memantau pandangan kedepan. Tetapi, pentingnya, kecepatan kapal tidak dikurangi, tetapi ini biasa untuk kapal samudra saat tidak ada es yang bisa dilihat di depannya. Kapal samudra yang megah ini menjanjikan kepada penumpangnya kecepatan dan kemewahan. *Titanic* melaju dengan kecepatan sekitar 22.5 knots melintasi samudra Atlantik yang tenang, tidak seperti biasanya. Karena ketenangan ini, beserta bulan yang tidak muncul malam itu, sangat sulit bagi para pengawas untuk melihat gunung es karena tidak adanya ombak air yang menabrak es yang menunjukkan keberadaan gunung es tersebut. Malam itu juga sangat dingin.

Lalu, pada 11:40 malam, Fred Fleet, salah seorang pengawas yang saat itu sedang berada di menara pengawas, melihat sebuah gunung es. Fleet menelpon anjungan kapal dan menyampaikan pesan fatalnya: "Gunung es tepat di depan (Iceberg right ahead)." Anjungan, yang saat itu dipimpin oleh Perwira Pertama William M. Murdoch, menanggapi dengan mengirimkan sinyal ke ruang mesin untuk memutar balikkan mesin kapal, berbelok ke arah kiri, dan menutup semua pintu kedap air. Bisa dibayangkan rasa ketertarikan penuh kengerian dalam anjungan dalam detik-detik terakhir sebelum tabrakan. Bahkan setelah tabrakan, petugas kapal dan penumpang yang sudah melihat gunung es itu, sepertinya tetap berharap bahwa bencana tersebut telah dihindari. Malangnya, ini bukanlah yang terjadi. Murdoch mengirimkan sinyal untuk menghentikan penuh mesin.

*Titanic* menabrak gunung es dengan pukulan yang sekilas, yang bahkan tidak dirasakan oleh banyak penumpang. Melihat kembali, sepertinya akan lebih baik bila kapal tetap mempertahankan lajunya dan menabrak gunung es dari depan, hanya merusak bagian depan lambung kapal. Apa daya, gunung es meluncur ke bawah kapal baja tersebut, meninggalkan goresan dalam sepanjang 250 kaki (76 meter) di bawah garis air. Beberapa kru yang lebih berpengalaman di bawah merasakan getarannya dan menduga bahwa itu mungkin disebabkan oleh kerusakan baling-baling. Peralatan makan bergetar di ruang makan atas, di dalam dapur di bawah satu nampan penuh roti gulung terguncang jatuh ke lantai. Orang-orang yang pertama sadar seberapa besar masalahnya adalah yang berada lebih jauh di dalam kapal, para pria pekerja dalam ruang pemanas air keenam. Ruang tersebut kebanjiran air laut dalam waktu yang cepat. Para pekerja melarikan diri ke ruang pemanas kelima, yang mereka kira akan aman, tetapi ruangan itu juga kebanjiran air.

[ ![A First-Class Stateroom, RMS Titanic](https://www.worldhistory.org/img/r/p/750x750/14050.jpg?v=1745092625) Kamar Mewah Kelas Satu, RMS Titanic Cliff (CC BY) ](https://www.worldhistory.org/image/14050/a-first-class-stateroom-rms-titanic/ "A First-Class Stateroom, RMS Titanic")Para penumpang kebanyakan tidak sadar akan bahaya situasi mereka. Beberapa dari penumpang kelas satu yang masih berada di area ruang tunggu melanjutkan permainan kartu mereka. Penumpang lainnya yang terbangunkan oleh getaran dan mesin yang terhentikan, kembali tidur, kemungkinan setelah memastikan dari petugas bahwa semuanya baik-baik saja. Sekelompok penumpang kelas bawah melempar bongkahan es yang jatuh dari gunung es tersebut ke dek bawah di sisi kanan kapal. Selain itu, untuk para penumpang yang berani keluar di dinginnya malam itu, tidak ada yang tidak diinginkan yang dapat dilihat.

### Bencana

Namun, jauh di dalam kapal, ada tanda-tanda yang benar-benar menunjukkan besarnya masalah ini. Tangga di bagian bawah terpenuhi air, yang sekarang sudah mencapai kantor pos dan ruang surat. Bahkan kabin yang paling rendah dan murah sudah mulai dipenuhi air laut yang dingin. Sudah ada perintah yang diberikan untuk mematikan api di ruang pemanas air. Ruang pemanas air nomor lima menerima robekan sepanjang dua kaki, tetapi pompa menghalangi air masuk dan akhirnya membersihkan kompartemen. Ini adalah penghentian sementara. Setelah mensurvei kerusakan dan mengevaluasi kompartemen yang kebanjiran, Thomas Andrews menjelaskan kepada sang kapten kapal bahwa terlalu banyak air telah memasuki kapal, sehingga memberatkannya di bagian depan. Sebagai hasilnya, kemiringan ini akan menyebabkan air untuk masuk melampaui bagian atas kompartemen kedap air. Seberapa aman kapal ini terlihat saat itu, tenggelamnya sudah pasti secara matematis. *Titanic* mampu bertahan bila tiga dari kelima kompartemen kedap airnya kebanjiran air, bahkan keempat paling depannya sekalipun, tetapi tak lama lagi kelimanya akhirnya kebanjiran. Nasib mengenaskan *Titanic* sudah pasti, pertanyaannya sekarang adalah berapa lama lagi.

Pada 12:05 dini hari, kurang dari setengah jam setelah tabrakan tersebut, Kapten Smith memberikan perintah untuk meninggalkan kapal. Para petugas kapal menyiapkan sekoci untuk diturunkan, penumpang dan kru kapal dibangunkan bila masih tertidur, dan perintah diberikan untuk mengenakan jaket pelampung. Beberapa orang mengenakan pakaian hangat yang praktis, beberapa mengambil barang berharga mereka, dan ada juga yang meninggalkan perhiasan mewah mereka. Pada akhirnya, seberapa parahnya situasi ini terlihat jelas untuk semuanya, bahkan bila beberapa penumpang terlalu terkejut untuk memahaminya. Semuanya akhirnya mencapai dek terbuka kapal, ada yang diantar oleh pelayan mereka, ada juga yang menghancurkan pintu terkunci untuk mencapainya.

*Titanic* sudah dua pertiga pelayarannya, dan terkepung air es samudra Atlantik. Sebagai tambahan, jarak antara dek kapal ke permukaan laut adalah sekitar 70 kaki (21 meter) dan belum pernah ada latihan keselamatan kapal. Ini bukanlah kemungkinan yang menarik bagi banyak penumpang - menghabiskan malam dalam sekoci yang kecil terlihat jauh lebih buruk ketimbang tetap tinggal dalam kapal yang 'tidak bisa tenggelam' sampai pertolongan datang. Sebagai hasilnya, tidak semua sekoci diturunkan penuh.

[ ![Titanic's Musicians](https://www.worldhistory.org/img/r/p/500x600/14053.png?v=1621341311) Musisi Titanic https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Titanic\_orchetra.jpg (Public Domain) ](https://www.worldhistory.org/image/14053/titanics-musicians/ "Titanic's Musicians")Perempuan dan anak-anak diminta untuk naik sekoci dulu, kemudian pasangan dan lalu laki-laki sendirian bila masih ada tempat. Beberapa perempuan menolak untuk meninggalkan suami mereka, ada yang dibujuk untuk naik demi anak-anak mereka, ada juga yang didorong masuk secara fisik oleh kru kapal. Banyak keluarga yang terpisahkan untuk selamanya pada malam ini. Lalu, saat bagian depan kapal mulai benar-benar tenggelam dan dek kapal mulai miring kedepan dan ke kanan, lebih banyak lagi penumpang yang berkumpul di sekoci. Untuk meminimalisir kepanikan, sejumlah musisi kapal memainkan musik ragtime di dek kapal. Untungnya, mungkin, baik penumpang maupun kebanyakan kru tidak sadar bahwa keenambelas sekoci dan empat kapal lipat, bahkan bila terisi penuh dan berhasil diturunkan, masih akan meninggalkan ribuan orang di atas kapal.

Pada 12:15 dini hari operator radio diminta untuk mengirimkan panggilan darurat. Beberapa kapal menanggapi panggilan ini. Kapal terdekat, yang berjarak 21 mil (33 km), adalah *Californian*, kapal samudra seberat 6.000 ton, tetapi alat komunikasinya, seperti biasa, dimatikan untuk malam itu. Kapal ini juga terhalang oleh es. Kru Titanic dapat melihat kapal ini, dan mengirimkan pesan morse menggunakan lampu. Kru *Californian* mengirimkan balasan dengan lampu, tetapi kedua kapal terlalu berjauhan untuk dapat melihat pesannya. Kru *Californian* juga sudah melihat roket yang ditembakkan oleh Titanic setiap lima menit, tetapi mereka tidak mengenali hal tersebut sebagai sinyal bahaya, sesuatu yang baru saat itu dalam prosedur maritim. Kapal *Carpathia*, yang berjarak 58 mil (93 kilometer) dari kejadian tersebut, merespon pada 12:25. Kapal tersebut melaju ke arah Titanic, melampaui kecepatan penuhnya dengan tiga knot. Ruang radio Titanic terus mengirimkan sinyal, dan pada pukul 12:45, operator John George Phillips mencoba sinyal SOS baru, pertama kalinya itu digunakan oleh kapal samudra.

Sinyal roket tersebut setidaknya meyakinkan semua orang dalam kapal bahwa *Titanic* benar-benar akan tenggelam. Saat sekoci semakin berkurang, beberapa orang kru diberikan senjata api. Kemiringan kapal mendorong orang-orang untuk berpindah ke buritan. Tetapi, masih ada orang-orang di bawah dek karena penumpang kelas bawah harus mencari jalan untuk melalui pintu terkunci yang ada untuk memisahkan mereka dari penumpang kelas satu dan dua dalam situasi biasa. Beberapa lebih menyukai ketenangan kabin mereka dan menunggu takdir untuk menjemput mereka disana. Di dalam ruang mesin, para pekerja terus mempertahankan lampu-lampu di kapal terus menyala, dan Philips terus-menerus tanpa lelah mengirim sinyal lewat alat komunikasinya. Saat itu sudah pukul 1:20, dan nyaris semua sekoci sudah menjauh, dalam jarak yang aman dari *Titanic*, dan semua penumpangnya memandang dalam ketakutan momen-momen kacau terakhir kapal tersebut, sambil ditemani musik ragtime yang masih dimainkan oleh musisi kapal. Tidak ada satupun dari para pemain musik yang selamat.

[ ![Sinking of the Titanic by Stöwer](https://www.worldhistory.org/img/r/p/750x750/14048.png?v=1621278279) Tenggelamnya Titanic oleh Stöwer Willy Stöwer (Public Domain) ](https://www.worldhistory.org/image/14048/sinking-of-the-titanic-by-stower/ "Sinking of the Titanic by Stöwer")Pada pukul 1:40 para penumpang diminta untuk bergerak ke sisi kanan kapal untuk memperbaiki posisi kapal. Pada saat itu roket-roketnya sudah berhenti. Saat penumpang bergegas dan melompat ke sekoci yang tersisa, tembakan diluncurkan ke udara untuk mendorong kerumunan ke belakang. Pada 2:05, perahu lipat terakhir berangkat, dan di dalamnya adalah Bruce Ismay. Lampu dek kapal mulai kehilangan daya dan memancarkan cahaya kemerahan saat kapal menjadi diam, tidak ada lagi yang bergulat dengan tali dan perahu. Pada pukul 2:10 sinyal radio terakhir terkirimkan. Kapten Smith berjalan di antara kru-kru yang masih tertinggal sambil mengutarakan bahwa mereka telah dibebas tugaskan dan sekarang 'semua orang untuk dirinya.' Beberapa melempar dirinya ke laut, tetapi para musisi masih bermain. Beberapa kru berusaha untuk melepaskan dua perahu lipat terakhir yang secara tidak praktis terikat di atap kabin petugas. Seakan-akan mengancam, para musisi berhenti memainkan ragtime dan memainkan himne. Pukul 2:18, semua lampu di kapal mati.

Sekitar pukul 2:20, buritan kapal menjulang semakin tinggi, cerobong asap terdepan terpatahkan, dan *Titanic* mulai meluncur ke dalam lautan. Mereka yang mampu berusaha untuk berenang menjauhi tekanannya. Beberapa perahu kembali untuk menjemput para perenang, totalnya 13 orang, tetapi perahu-perahu tersebut jadi terlalu penuh, dan teriakan minta tolong yang terus terdengar di malam itu harus diabaikan. Di dalam air yang membeku, hipotermia akhirnya menyelubungi bencana ini dengan kesunyian.

Ketika kapal *Carpathia* tiba pada tempat kejadian tepat setelah fajar pada 4:00, *Titanic* sudah tidak terlihat lagi, hanya ada sekumpulan reruntuhan seperti kursi dek dan jaket pelampung. 705 penyintas dijemput dari sekoci. Ratusan badan yang terapung juga diambil. 1502 orang tewas. Orang-orang yang selamat dan yang meninggal dibawa ke New York, dimana sepertiga tidak bisa diidentifikasikan.

### Setelahnya

Kapten Smith tenggelam bersama kapalnya, seperti yang selalu dijanjikannya akan dilakukan. Frederick Fleet, sang pengawas, selamat. Seperti itulah nasib. Orang-orang yang selamat dihantui oleh mimpi buruk, rasa bersalah, dan terkadang, terutama dalam pria, tuduhan bahwa mereka telah mengambil tempat yang seharusnya diperuntukkan wanita dan anak-anak dalam sekoci. Ada juga kenyataan pahit bahwa secara proporsi, lebih banyak laki-laki, perempuan, dan anak-anak kelas tiga yang tewas daripada kelas satu dan dua.

Penyelidikan resmi pada bencana ini diadakan di Amerika dan Inggris. Hasil-hasil dari penyelidikan ini berujung pada pembentukan Konvensi Internasional Untuk Keselamatan Jiwa di Laut. Ini termasuk regulasi untuk pemantauan radio 24 jam, penggunaan roket sebagai sinyal darurat, latihan darurat untuk penumpang, dan jumlah sekoci yang harus dibawa. Manfaat berkelanjutan lainnya adalah pembuatan Patroli Es Internasional untuk terus memantau gerakan es sepanjang Samudra Atlantik.

Pada masanya, bencana *Titanic* adalah lebih dari kehilangan nyawa yang mengerikan di laut. Ini adalah pukulan terhadap keyakinan diri umat manusia itu sendiri, bahwa rancangan dan kecerdasan mampu menaklukkan alam. Dalam sudut pandang ini, bencana tersebut adalah akhir dari kesuksesan teknik yang berkepanjangan yang telah disaksikan oleh dunia. Hilangnya kapal ini, yang sudah dibangun dan dilengkapi dengan sangat baik, hanyalah awal dari bencana-bencana yang lebih besar yang akan datang di abad ke-20.

### Menemukan Titanic

Akhir dari *Titanic* sudah menggugah imajinasi publik sejak malam mengerikan di bulan April itu. Walau dikenang dalam puisi, lagu, dan film, masih ada satu pertanyaan: dimanakah kapal tersebut sekarang? Kisah *Titanic* sendiri masih belum selesai. Robert D. Ballard memulai pencariannya untuk *Titanic* di dasar laut menggunakan robot penyelam paling mutakhir. Dia bukanlah yang pertama, tetapi sebelumnya belum ada yang sukses. Anggaran Ballard dan dukungan dari Angkatan Laut A.S. memberinya hanya 12 hari untuk menemukan kapal legendaris tersebut dalam area pencarian yang sangat luas, 3,8 km (12,460 kaki) di bawah laut. Pada 1 September 1985, hari 10 pencarian, *Titanic* akhirnya ditemukan. Kapal samudra tersebut patah menjadi dua bagian persis di bawah garis laut, dan kemudian tenggelam ke bawah laut. Puing-puing dan reruntuhan tersebar luas di dasar laut, dengan barang-barang seperti cangkir porselen dan sepasang sepatu yang tidak terpakai. Ekspedisi berikutnya yang dilakukan orang lain memulai proses kontroversial mengambil lebih dari 5.000 barang sebelum benda-benda tersebut hancur dimakan waktu dan memotret puing-puing kapal secara menyeluruh sebelum hilang seluruhnya.

#### Editorial Review

This human-authored definition has been reviewed by our editorial team before publication to ensure accuracy, reliability and adherence to academic standards in accordance with our [editorial policy](https://www.worldhistory.org/static/editorial-policy/).

## Daftar Pustaka

- [Graham, Ian. *Fifty Ships That Changed the Course of History.* Firefly Books, 2016.](https://www.worldhistory.org/books/1770857192/)
- [Lord, Walter. *Night to Remember .* Griffin, 2005.](https://www.worldhistory.org/books/0805077642/)
- Moore LaRoe, Lisa. *Titanic.* National Geographic Society, 1999
- [Robert D. Ballard & Ken Marschall. *Discovery Of The Titanic .* Warner/Madison Press, 1988.](https://www.worldhistory.org/books/0446513857/)

## Tentang Penulis

Mark adalah Direktur Penerbitan WHE dan memiliki gelar MA dalam Filsafat Politik (Universitas York). Ia adalah seorang peneliti, penulis, sejarawan, dan editor penuh waktu. Minat khususnya meliputi seni, arsitektur, dan penemuan ide-ide yang dimiliki bersama oleh semua peradaban.

## Garis Waktu

- **2 Apr 1912 CE**: The sea trials for the [RMS Titanic](https://www.worldhistory.org/RMS_Titanic/) take place, beginning at 6:00 am and concluding around 7:00 pm, testing its performance, speed, steering, and stopping capabilities. Passing all its trials, the ship left Belfast, [Ireland](https://www.worldhistory.org/disambiguation/Ireland/) for Southampton, [England](https://www.worldhistory.org/disambiguation/england/) that evening to begin its maiden voyage.
- **10 Apr 1912 CE**: [RMS Titanic](https://www.worldhistory.org/RMS_Titanic/) sets out from Southampton on its disastrous maiden voyage.
- **10 Apr 1912 CE**: The [RMS Titanic](https://www.worldhistory.org/RMS_Titanic/) leaves Southampton, [England](https://www.worldhistory.org/disambiguation/england/) on its maiden voyage shortly after 12:00 pm enroute to New York [City](https://www.worldhistory.org/city/). It would strike an iceberg four days later and sink, becoming the most famous maritime tragedy in history.
- **15 Apr 1912 CE**: [RMS Titanic](https://www.worldhistory.org/RMS_Titanic/) sinks in the Atlantic after hitting an icberg. Over 1500 lose their lives.
- **15 Apr 1912 CE**: The passenger ship \*[RMS Titanic](https://www.worldhistory.org/RMS_Titanic/)\*, on its maiden voyage, sinks in the North Atlantic at 2:20 am, two [hours](https://www.worldhistory.org/Horae/) and forty minutes after striking an iceberg, taking the lives of over 1,500 passengers and crew. It is the most famous maritime disaster in history.
- **1 Sep 1985 CE**: The wreck of the \*[RMS Titanic](https://www.worldhistory.org/RMS_Titanic/)\* is discovered by a joint American-French expedition led by Dr. Robert Ballard and Jean-Louis Michel in roughly 12,400 feet (3,800 m) below the surface of the North Atlantic Ocean.

## Tautan Eksternal

- [33 Rare Titanic Sinking Photos Taken Just Before And After It Happened](https://allthatsinteresting.com/titanic-sinking-photos)

## Sitasi Karya Ini

### APA
Cartwright, M. (2026, September 25). RMS Titanic. (J. Estherina, Penerjemah). *World History Encyclopedia*. <https://www.worldhistory.org/trans/id/1-19812/rms-titanic/>
### Chicago
Cartwright, Mark. "RMS Titanic." Diterjemahkan oleh Janet Estherina. *World History Encyclopedia*, September 25, 2026. <https://www.worldhistory.org/trans/id/1-19812/rms-titanic/>.
### MLA
Cartwright, Mark. "RMS Titanic." Diterjemahkan oleh Janet Estherina. *World History Encyclopedia*, 25 Sep 2026, <https://www.worldhistory.org/trans/id/1-19812/rms-titanic/>.

## Lisensi &amp; Hak Cipta

Dikirim oleh [Janet Estherina](https://www.worldhistory.org/user/janetestherina/ "User Page: Janet Estherina"), dipublikasikan pada 25 September 2026. Silakan periksa sumber aslinya untuk informasi hak cipta. Harap diperhatikan bahwa konten yang ditautkan dari halaman ini mungkin memiliki ketentuan lisensi yang berbeda.

