---
title: Xanadu
author: Mark Cartwright
translator: Oswald da Iry
source: https://www.worldhistory.org/trans/id/1-18478/xanadu/
format: machine-readable-alternate
license: Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike (https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/)
updated: 2021-04-21
---

# Xanadu

_Ditulis oleh [Mark Cartwright](https://www.worldhistory.org/user/markzcartwright/)_
_Diterjemahkan oleh [Oswald da Iry](https://www.worldhistory.org/user/oswaldtheman)_

Xanadu, atau sering dikenal dengan Shandu, Shang-tu, dan Kaiping, berlokasi di Mongolia dalam, China bagian utara, merupakan ibukota utama (1263-1273), menjadi ibukota musim panas (1274-1294) Kerajaan Mongolia dalam masa kepemimpinan Kublai Khan (1260-1294). Xanadu mendapatkan ketenarannya berkat Marco Polo, seorang penjelajah Venesia yang mendeskripsikan kota tersebut melalui bukunya berjudul *Travels* (1298). Xanadu juga telah menjadi tema utama dalam puisi yang dibuat oleh Samuel Taylor Cloeridge (1772-1834). Xanadu merupakan kota yang telah hilang, dengan cerita mengenai kemewahan, misteri, dan kehidupan yang ideal. Meski saat ini hanya terdapat puing-puing dari kota ini, UNESCO menobatkan Xanadu sebagai Situs Warisan Budaya Dunia.

### Ibukota Musim Panas

Pada abad ketiga-belas, Kerajaan Mongolia menguasai mayoritas dataran Asia, ia memindahkan ibukotanya dari Karakorum (Qaraqorum) di Mongolia ke Xanadu di timur laut Cina pada 1263. Kublai Khan awalnya menamai kota ini dengan Kaiping, tapi selanjutnya ia mengganti nama kota tersebut menjadi Xanadu/Shangdu, dengan arti ibukota dataran tinggi pada 1273, ibukota utama kerajaan Mongolia berpindah tempat lagi ke Daidu (atau Khanbaliq), yang sekarang adalah Beijing, berada di tenggara Xanadu sejauh 125 kilometer. Daidu, menjadi simbol okupasi Kerajaan Mongolia terhadap Cina, dan awal mula keberadaan Dinasti Yuan (1271-1368).

Meski demikian, Xanadu tidak dibiarkan oleh kerajaan, sejak 1274, rezim Kublai Khan selalu menjadikan kota ini sebagai ibukota musim panas karena kondisi cuaca yang lebih dingin dibandingkan dengan ibukota utama. Xanadu berfungsi sebagai ibukota musim panas sampai kejatuhan dinasti Yuan pada 1364. Kota ini merupakan akulturasi kebudayaan Cina dan Mongolia, terindikasi melalui bangunan dan kuil Buddha-nya. Xanadu berfungsi sebagai tempat berburu-sebuah tradisi masyarakat Mongolia, dengan sabana dan lahan pertanian yang subur, kota ini menjadi simbol dari rezim baru; terdapat akulturasi antara budaya nomaden dengan budaya pertanian. Masyarakat cenderung tidak memandang akulturasi ini secara utuh, dan banyak masyarakat Mongolia yang memandang para pemimpinnya telah meninggalkan budayanya. Sejarah yang tercatat mengindikasikan bahwa kota ini tidak menerapkan protokol formal kekaisaran secara ketat. Xanadu tetap berdiri setelah kehancuran Dinasti Yuan, tetapi setelah beberapa periode, kota ini ditinggalkan sekitar tahun 1430.

[ ![Map of Yuan Dynasty China](https://www.worldhistory.org/img/r/p/500x600/11234.png?v=1765172550) Peta Dinasti Yuan Tiongkok Arab Hafez (Public Domain) ](https://www.worldhistory.org/image/11234/map-of-yuan-dynasty-china/ "Map of Yuan Dynasty China")### Struktur Kota & Bangunan

Kublai Khan menjauhkan dirinya dari asal-usul nomadennya, tidak seperti kakeknya, sang pendiri Kerajaan Mongolia, Jengis Khan (1206-1227), ia merasa berkecukupan meski hanya tinggal di kamp daripada tinggal di istana yang mewah. Xanadu didesain oleh konsultan Kublai berkebangsaan Cina bernama Liu Bingzhong (1216-1274), desain kota Xanadu memberikan nuansa tata kota Cina klasik. Dinding luar kota bertinggi sekitar 3,5-5 meter dan terdapat enam gerbang masuk-dua di timur, dua di barat, satu di utara, dan satu di selatan. Terdapat enam menara pengintai. Secara keseluruhan, kota ini berluas sekitar 25.000 hektar dan menampung populasi sebanyak 200.000 jiwa. Pasokan air di kota ini cukup memadai karena lahan yang subur. Bangunan dan jalanan di Xanadu dibangun berdasarkan prinsip-prinsip Feng Shui, dengan pertimbangan letak gunung di utara kota dan sungai di selatan kota. Secara garis besar, kota ini terbagi menjadi kota bagian dalam, bagian luar, dan area berburu.

Bagian luar kota merupakan pemukiman warga. Bagian dalam kota dipisahkan dengan tembok setinggi 3-5 meter yang memiliki 4 menara. Tembok ini merupakan tembok bagian dalam dari keseluruhan tembok kota yang dibangun. Di balik tembok tersebut merupakan tempat Kublai Khan membangun istana yang terbangun dari tanah, batu, dan kayu. Bangunan dan istana di Xanadu terbangun dengan elemen kayu, batu, dan marmer. Area berburu di kota ini terletak di daerah timur laut dengan padang rumput, danau, dan pepohonan. Area ini banyak dihuni oleh rusa. Selain itu, area berburu di Xanadu bergunsi sebagai peternakan kuda putih dan sapi-yang perahan susunya diolah secara khusus untuk bangsawan. Terdapat bangunan-bangunan pembatas yang berfungsi untuk menjaga ternak dan gangguan lain dari luar.

### Tuan Rumah untuk Perayaan Penting

Xanadu kerap kali menjadi tuan rumah untuk pesta dan acara perburuan tetapi juga menjadi tuan rumah untuk perayaan penting lainnya. Pada 1260, Xanadu menjadi tuan rumah untuk pertemuan para *kurultai*, para kepala suku Mongol, untuk menobatkan Khan yang Agung sebagai pemimpin utama Kerajaan Mongolia. Pada 1275, Khan yang Agung mengumpulkan kembali para *kurultai* di Xanadu untuk merencanakan perlawanan terhadap Dinasti Song yang berada di selatan Cina (960-1279). Kota ini juga berperan penting dalam perkembangan keagamaan, seperti diskursus besar tentang Buddhaisme dan [Taoisme](https://www.worldhistory.org/trans/id/1-14406/taoisme/), yang menuntun pada penyebaran Buddhaisme Tibet ke timur laut Asia. Xanadu pada akhirnya menjadi sebuah destinasi para penjelajah (salah satunya Marco Polo) untuk melihat keagungan peradaban di Asia.

[ ![An Audience with a Chinese Emperor](https://www.worldhistory.org/img/r/p/750x750/11233.jpg?v=1658176445) Audiensi dengan Kaisar Tiongkok Jacques Gabriel Huquier (Copyright) ](https://www.worldhistory.org/image/11233/an-audience-with-a-chinese-emperor/ "An Audience with a Chinese Emperor")### Catatan Marco Polo

Marco Polo (1254-1324), seorang penjelajah Venesia, melakukan perjalanan di Asia dan mengabdi pada pemerintahan Kublai Khan pada 1275-1292. Sekembalinya ke Eropa, Marco mendokumentasikan perjalanannya melalui buku *The Travels of Marco Polo* atau *Travels (Description of the World)*. Buku ini dipublikasikan pertama kali pada 1298. Di buku pertama pada bab 57, Marco menceritakan Xanadu, yang ia sebut dengan Shandu. Berikut ini merupakan salah satu kutipan dari bab tersebut.

> Setelah melakukan perjalanan tiga hari ke arah timur laut dari Changanor, Anda akan tiba di kota bernama Shangdu. Kota ini dibangun oleh Kublai Khan yang agung dan kini sedang bertakhta. Ia membangun istana dengan marmer dan bebatuan yang indah, semua bangunan terbangun dengan indah dan didasari oleh kearifan yang baik. Terdapat taman dengan sabana yang indah, dialiri oleh aliran anak-anak sungai, dengan macam-macam jenis rusa dan kambing, yang menjadi makanan para elang. Di tengah dataran ini, terdapat pohon-pohon yang ditempatkan secara indah, ia telah membangun paviliun yang mewah, dengan barisan tiang yang kokoh, berlapis emas, dan berkilauan. Tempat meripakan tempat rekreasi Kublai Khan karena iklim yang sejuk, dan ia datang ke Xanadu selama tiga bulan dalam setahun; Juni, Juli, dan Agustus.

### Samuel Taylor Coleridge

Salah satu karya termasyhur dari penulis dan filsuf Inggris bernama Samuel Taylor Coleridge adalah *Rime of Ancient Mariner* (1798) tetapi karya lain yang juga terkenal adalah *Kubla Khan* (ditulis pada 1797, dipublikasikan pada 1816), karya tersebut juga mendeskripsikan Xanadu (meski tidak berdasarkan pengalaman pribadi). Puisi ini menjadi dasar penggunaan kata *pleasure dome* (puncak kebahagiaan). Berikut merupakan tautan untuk membaca puisi tersebut, silakan klik [di sini](https://www.poetryfoundation.org/poems/43991/kubla-khan).

[ ![Cardinal Turtle & Dragon from Xanadu](https://www.worldhistory.org/img/r/p/750x750/11235.jpg?v=1658176443) Kardinal Kura-kura & Naga dari Xanadu BabelStone (CC BY-SA) ](https://www.worldhistory.org/image/11235/cardinal-turtle--dragon-from-xanadu/ "Cardinal Turtle & Dragon from Xanadu")### Warisan

Saat ini, lokasi Xanadu menjadi salah satu Situs Kebudayaan UNESCO, dan terdapat reruntuhan serta fondasi dari istana, kuil, benteng, makam, kanal, dan jalur air. Xanadu dapat dirasakan kehadirannya dalam imajinasi dibandingkan kenyataan karena hanya tersisa puing-puing dari kota ini. Karya Marco Polo ataupun Coleridge memberikan kontribusi dalam hal dokumentasi sejarah yang berada di Asia. Xanadu sendiri sering diasosiasikan dengan misteri, eksotisme, kemegahan, dan tempat menghabiskan waktu luang. Nama Xanadu juga menjadi nama untuk mansion misterius dalam film *Citizen Kane* (1941), sampai menjadi nama untuk daerah di Titan, bulan terbesar saturnus.

#### Editorial Review

This human-authored definition has been reviewed by our editorial team before publication to ensure accuracy, reliability and adherence to academic standards in accordance with our [editorial policy](https://www.worldhistory.org/static/editorial-policy/).

## Daftar Pustaka

- [Buell, P.D. *Historical Dictionary of the Mongol World Empire.* Rowman & Littlefield Publishers, 2018.](https://www.worldhistory.org/books/1538111365/)
- [Kubla Khan by Samuel Taylor Coleridge](https://www.poetryfoundation.org/poems/43991/kubla-khan "Kubla Khan by Samuel Taylor Coleridge"), accessed 19 Mar 2020.
- [Lane, G. *Daily Life in the Mongol Empire.* Hackett Publishing Company, Inc., 2009.](https://www.worldhistory.org/books/0872209687/)
- [May, T. *The Mongol Empire.* Edinburgh University Press, 2018.](https://www.worldhistory.org/books/0748642366/)
- [Morgan, D. *The Mongols.* Wiley-Blackwell, 2019.](https://www.worldhistory.org/books/B01FGL17HW/)
- [Polo, M. *The Travels of Marco Polo.* Penguin Classics, 1958.](https://www.worldhistory.org/books/0140440577/)
- [UNESCO Official Site: Xanadu](https://whc.unesco.org/en/list/1389 "UNESCO Official Site: Xanadu"), accessed 19 Mar 2020.

## Tentang Penulis

Mark adalah seorang penulis, peneliti, sejarawan, dan editor penuh waktu. Minat khususnya meliputi seni, arsitektur, dan gagasan yang ada di semua peradaban. Mark meraih gelar MA dalam bidang Filsafat Politik dari University of York dan menjabat sebagai Direktur Penerbitan di WHE.

## Garis Waktu

- **1206 CE - 1368 CE**: The [Mongol Empire](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) rules in Central and East Asia.
- **1260 CE - 1294 CE**: Reign of [Kublai Khan](https://www.worldhistory.org/Kublai_Khan/), ruler of the [Mongol Empire](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/).
- **1263 CE - 1273 CE**: [Xanadu](https://www.worldhistory.org/Xanadu/) is the capital of the [Mongol Empire](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/).
- **1274 CE - 1364 CE**: [Xanadu](https://www.worldhistory.org/Xanadu/) is the summer capital of the [Mongol Empire](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/).
- **c. 1275 CE - 1292 CE**: [Marco Polo](https://www.worldhistory.org/Marco_Polo/) serves [Kublai Khan](https://www.worldhistory.org/Kublai_Khan/) in [Mongol](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) [Yuan Dynasty](https://www.worldhistory.org/Yuan_Dynasty/) [China](https://www.worldhistory.org/china/).
- **1430 CE**: The [city](https://www.worldhistory.org/city/) of [Xanadu](https://www.worldhistory.org/Xanadu/), once the capital of the [Mongol Empire](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/), is definitively abandoned.

## Sitasi Karya Ini

### APA
Cartwright, M. (2020, October 03). Xanadu. (O. d. Iry, Penerjemah). *World History Encyclopedia*. <https://www.worldhistory.org/trans/id/1-18478/xanadu/>
### Chicago
Cartwright, Mark. "Xanadu." Diterjemahkan oleh Oswald da Iry. *World History Encyclopedia*, October 03, 2020. <https://www.worldhistory.org/trans/id/1-18478/xanadu/>.
### MLA
Cartwright, Mark. "Xanadu." Diterjemahkan oleh Oswald da Iry. *World History Encyclopedia*, 03 Oct 2020, <https://www.worldhistory.org/trans/id/1-18478/xanadu/>.

## Lisensi &amp; Hak Cipta

Dikirim oleh [Oswald da Iry](https://www.worldhistory.org/user/oswaldtheman/ "User Page: Oswald da Iry"), dipublikasikan pada 03 October 2020. Silakan periksa sumber aslinya untuk informasi hak cipta. Harap diperhatikan bahwa konten yang ditautkan dari halaman ini mungkin memiliki ketentuan lisensi yang berbeda.

