---
title: Kekaisaran Mongol
author: Mark Cartwright
translator: Hendri Elvira
source: https://www.worldhistory.org/trans/id/1-17448/kekaisaran-mongol/
format: machine-readable-alternate
license: Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike (https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/)
updated: 2024-03-26
---

# Kekaisaran Mongol

_Ditulis oleh [Mark Cartwright](https://www.worldhistory.org/user/markzcartwright/)_
_Diterjemahkan oleh [Hendri Elvira](https://www.worldhistory.org/user/hendrielvira)_

Kekaisaran Mongol (1206-1368) didirikan oleh [Genghis Khan](https://www.worldhistory.org/trans/id/1-18463/genghis-khan/) (masa kekuasaan 1206-1227), ia adalah Khan Agung pertama atau 'penguasa dunia' dari bangsa Mongol. Genghis membentuk kekaisaran dengan menyatukan suku-suku nomaden di padang rumput Asia dan menciptakan pasukan yang sangat efektif dengan kavaleri yang cepat, lincah, dan sangat terkoordinasi. Pada akhirnya, kekaisaran ini mendominasi Asia dari Laut Hitam hingga ke semenanjung Korea.

Penunggang kuda dan pemanah yang andal, bangsa Mongol terbukti tak terbendung di Asia Tengah dan sekitarnya, mengalahkan pasukan di Iran, Rusia, Eropa Timur, Tiongkok, dan banyak tempat lainnya. Keturunan Genghis masing-masing memerintah bagian dari kekaisaran - terdapat empat kekhanan - yang paling kuat adalah Dinasti Yuan Mongol di Tiongkok (1271-1368), yang didirikan oleh Kubilai Khan (masa berkuasa 1260-1279). Pada akhirnya, bangsa Mongol menjadi bagian dari masyarakat yang menetap sehingga mereka mudah tertekan dan banyak yang beralih dari kepercayaan spiritual tradisional ke agama Buddhisme Tibet atau Islam. Ini adalah gejala umum dari bangsa Mongol yang tidak hanya kehilangan sebagian dari identitas budaya mereka, tetapi juga kehebatan militer mereka yang terkenal karena keempat kekhanan tersebut semuanya menyerah pada perselisihan dinasti yang merusak dan pasukan dari lawan mereka. Meskipun tidak terkenal karena menciptakan keajaiban arsitektur atau institusi politik yang bertahan lama, bangsa Mongol telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap budaya dunia yang pada akhirnya menghubungkan dunia timur dan barat melalui perluasan rute perdagangan, kedutaan diplomatik dan pergerakan misionaris serta pelancong dari Eurasia ke Asia Timur.

### Pengembara di Padang Rumput Asia

Bangsa Mongol adalah pengembara di padang rumput Asia yang menggembalakan domba, kambing, kuda, unta, dan yak. Suku-suku ini berpindah-pindah sesuai dengan musim dan tinggal di perkemahan-perkemahan sementara yang terbuat dari tenda-tenda melingkar atau yurt (*ger*). Iklim Mongolia sering kali ekstrem dan karena itu, pakaian yang digunakan harus hangat, tahan lama, dan praktis. Kain felt dari wol domba dan bulu binatang merupakan bahan yang paling umum digunakan untuk membuat pakaian yang nampak serupa, baik untuk laki-laki, maupun perempuan: sepatu bot tanpa hak, celana panjang longgar, jubah jaket panjang (*deel*) yang dikenakan dengan ikat pinggang kulit, dan topi berbentuk kerucut dengan penutup telinga, sedangkan pakaian dalam terbuat dari katun atau sutra.

[ ![Traditional Yurts](https://www.worldhistory.org/img/r/p/750x750/11224.jpg?v=1775565366) Yurt Tradisional Michael Chu (CC BY-NC-ND) ](https://www.worldhistory.org/image/11224/traditional-yurts/ "Traditional Yurts")Makanan bangsa Mongol sebagian besar berbahan dasar susu dengan keju, yoghurt, mentega, dan dadih susu kering (*kurut*) sebagai makanan pokok. Minuman beralkohol ringan, *kumis*, dibuat dari susu kuda betina yang seringnya diminum secara berlebihan. Kawanan ternak menjadi sangat berharga sebagai sumber susu, wol, dan bahkan kotoran yang berkelanjutan untuk bahan bakar, daging biasanya diperoleh melalui perburuan dan buah-buahan dan sayuran liar dikumpulkan melalui pencarian makanan. Untuk persediaan musim dingin dan menyediakan daging untuk pesta khusus seperti pada pertemuan suku yang tidak terjadwal secara tetap, maka perburuan khusus diadakan. Pada acara-acara ini, sebuah strategi yang dikenal sebagai *nerge* digunakan di mana para penunggang kuda meliputi area padang rumput yang luas dan secara perlahan-lahan menggiring hewan buruan - apa pun, mulai dari marmot hingga serigala - ke area yang makin kecil sehingga mereka dapat dengan mudah dibunuh oleh para pemanah yang berkuda. Teknik, pelaksanaan, dan disiplin para *nerge* akan membantu bangsa Mongol dengan baik ketika mereka berperang. Sebagian besar ciri khas kehidupan sehari-hari abad pertengahan di dunia Mongol masih dilanjutkan hingga saat ini oleh para pengembara padang rumput di seluruh Asia.

Meskipun kehidupan nomaden pada umumnya membuat laki-laki berburu dan perempuan memasak, pembagian kerja tidak selalu begitu jelas, dan sering kali kedua jenis kelamin dapat melakukan tugas-tugas yang lain, termasuk menggunakan busur dan berkuda. Para perempuan memelihara hewan, mendirikan dan mengemasi perkemahan, mengemudikan gerobak suku, menjaga anak-anak, menyiapkan bahan makanan, dan menjamu para tamu. Perempuan memiliki lebih banyak hak daripada kebanyakan budaya kontemporer Asia lainnya dan dapat memiliki dan mewarisi properti. Beberapa perempuan, bahkan memerintah sebagai bupati pada masa-masa di antara masa pemerintahan Khan Agung. Bidang lain dalam kehidupan Mongol di mana perempuan terlibat secara aktif adalah agama.

### Keyakinan Agama

Agama bangsa Mongol tidak memiliki teks suci atau upacara tertentu, melainkan merupakan perpaduan antara animisme, pemujaan leluhur, dan kepercayaan spiritual tradisional. Contohnya, seperti elemen api, tanah, dan air, situs geografis yang mengesankan seperti gunung, dan fenomena alam seperti badai dianggap memiliki roh. Dukun-dukun, yang bisa terdiri dari laki-laki dan perempuan, dianggap mampu, dalam keadaan kesurupan, berkomunikasi dengan roh-roh ini dan melakukan perjalanan di dunia mereka, membantu menemukan jiwa-jiwa yang tersesat dan meramalkan kejadian-kejadian di masa depan.

Agama-agama lain juga hadir di antara bangsa Mongol, terutama Kristen Nestorian, dan sejak abad ke-14, agama Buddha Tibet (Lamaisme) menjadi populer, mungkin berkat unsur-unsur kepercayaan tradisionalnya. Islam juga dianut secara luas di kekhanan-kekhanan barat. Di atas semua itu, ada kepercayaan yang meluas terhadap dua dewa utama, yaitu: Dewi Bumi atau Dewi Ibu, yang dikenal sebagai Etugen (Itugen), yang melambangkan kesuburan, dan Tengri (*Gok Monggke Tenggeri*), 'Langit Biru' atau 'Surga Abadi'. Dewa yang terakhir ini dipandang sebagai dewa pelindung dan yang terpenting, ia dianggap oleh para elit suku sebagai dewa yang memberikan hak ilahi kepada bangsa Mongol untuk menguasai seluruh dunia. Genghis Khan dan para penerusnya akan mempraktikkan ide ini dengan sangat baik dengan menaklukkan hampir seluruh benua Asia dan menciptakan kekaisaran terbesar yang pernah ada dalam sejarah.

### Landasan dari Genghis Khan

Suku-suku nomaden Mongol saat itu, terbiasa dengan kehidupan yang sulit, memiliki mobilitas tinggi dan dilatih sejak kecil untuk menunggang kuda dan memanah. Kualitas-kualitas ini akan membuat mereka menjadi prajurit yang sangat baik yang mampu bertahan dalam perang yang panjang dan rumit, menjangkau wilayah yang luas dalam waktu yang singkat, dan bertahan hidup hanya dengan perbekalan yang sangat minim. Bahkan, peran perempuan dan tugas-tugas mereka dalam pembuatan perkemahan dan transportasi membantu pasukan Mongol karena mereka menyediakan dukungan logistik yang sangat penting bagi para prajurit yang juga suami mereka. Genghis Khan mungkin adalah pemimpin Mongol pertama yang menyadari bahwa jika saja berbagai suku dan klan dapat bersatu, bangsa Mongol dapat menguasai dunia.

Genghis, yang lahir dengan nama Temujin sekitar tahun 1162, berhasil mengatasi masa kecilnya yang keras akibat pengabaian dan kemiskinan, dan menjadikan dirinya sebagai komandan militer yang cakap untuk Toghril, kepala suku Kerait. Kehidupan dan masa-masa Genghis diceritakan dalam *The Secret History of the Mongols*, sebuah kronik abad ke-13 yang merupakan sumber primer terbaik untuk kekaisaran awal. Selama sekitar 10 tahun dari tahun 1195 hingga 1205, Genghis menjadi seorang pemimpin dengan kemampuannya sendiri dan secara perlahan memperluas wilayah kekuasaannya melalui perpaduan antara diplomasi, peperangan, dan teror yang kejam - bagi banyak prajurit, hal ini sering kali menjadi pilihan antara bergabung dengan pemimpin muda tersebut atau dieksekusi. Suku-suku seperti Tartar (nama yang secara keliru diberikan oleh orang Barat pada abad pertengahan kepada bangsa Mongol itu sendiri), Kereyid, Naiman, dan Merkid dibawa ke dalam barisan. Pada akhirnya, pada tahun 1206 dalam sebuah pertemuan akbar yang dihadiri oleh seluruh pemimpin suku (*kurultai*), Genghis Khan (alias Chinggis Khan) secara resmi diakui sebagai Khan Agung atau 'penguasa dunia' dari bangsa Mongol.

[ ![Map of the Mongol Empire](https://www.worldhistory.org/img/r/p/500x600/11309.png?v=1776192665) Peta Kekaisaran Mongol Arienne King (CC BY-NC-SA) ](https://www.worldhistory.org/image/11309/map-of-the-mongol-empire/ "Map of the Mongol Empire")Khan berusaha untuk lebih mempersatukan wilayah kekuasannya dengan bersikeras bahwa bahasa Mongol yang hanya lisan dibuat menjadi bahasa tertulis menggunakan aksara Turki Uighur dan dengan memperkenalkan kode hukum yang berkelanjutan, yaitu *Yasa*. Komunikasi sangat terbantu dengan berdirinya *Yam*, sebuah jaringan pos-pos peristirahatan yang dapat digunakan oleh para pembawa pesan untuk mendapatkan pasokan saat mereka berkuda melintasi negara. Kekaisaran sudah dimulai dengan sungguh-sungguh, tetapi itu akan menjadi jauh lebih besar.

### Ekspansi: Tiongkok Utara & Persia

Para pemimpin suku Mongol secara tradisional telah mencapainya dan kemudian mempertahankan posisi kekuasaan mereka dengan mendistribusikan rampasan perang di antara para pengikut setia mereka, demikian pula halnya dengan Genghis. Pasukan Mongol terdiri dari 10.000 orang pasukan inti, yang merupakan pengawal pribadi sang khan, yaitu *kesikten*. Para anggota elit ini juga akan memegang posisi administratif utama di seluruh kekaisaran. Pasukan tambahan diperoleh melalui wajib militer suku-suku Mongol dan kontingen dari sekutu serta wilayah-wilayah yang telah ditaklukkan. Senjata utama untuk serangan adalah kavaleri ringan dengan para penunggangnya yang ahli menembakkan busur komposit Mongol yang kuat. Kuda-kuda Mongol merupakan aset lainnya, baik karena kekuatan dan staminanya, tetapi juga karena jumlahnya yang banyak, memungkinkan para penunggang kuda untuk menunggang kuda hingga 16 kuda cadangan yang berarti sebuah pasukan dapat melakukan perjalanan jarak yang sangat jauh dengan kecepatan tinggi.

Target pertama Genghis setelah menjadi Khan Agung adalah negara Jin (alias Dinasti Jin Jurchen, 1115-1234) di Tiongkok utara. Kecepatan kavaleri Mongol dan taktik teror ketika berhadapan dengan kota-kota yang direbut menuai hasil, dan negara Jin yang terpecah belah secara internal terpaksa mundur ke selatan. Sasaran yang sama adalah negara Tangut, Xi Xia (alias Hsi-Hsia, 1038-1227), juga di Tiongkok utara dan demikian pula tidak mampu menghentikan kemajuan tak kenal lelah Genghis di seluruh Asia Timur. Sasaran ketiga dalam periode ini adalah Dinasti Song Tiongkok (alias Sung, 960-1279). Lebih kaya dan lebih kuat daripada tetangganya, Song terbukti lebih tangguh meskipun Genghis telah menjarah banyak kota mereka, namun saatnya akan tiba. Pada tahun 1219, bahkan Korea utara telah diserang ketika Genghis mengejar suku-suku Khitan yang menyusahkan telah melarikan diri ke sana.

[ ![Bust of Genghis Khan](https://www.worldhistory.org/img/r/p/500x600/11220.jpg?v=1777375825) Patung Dada Genghis Khan Jim Garamone (Public Domain) ](https://www.worldhistory.org/image/11220/bust-of-genghis-khan/ "Bust of Genghis Khan")Tampaknya ia berniat untuk mendapatkan gelarnya sebagai 'penguasa dunia', Genghis sekarang mengalihkan perhatiannya ke Asia barat. Dari tahun 1218, Kekaisaran Khwarazm Persia diserang. Pasukan Mongol yang terdiri dari 100.000 orang menyapu bersih semua pendatang, merebut kota-kota penting, seperti Bukhara dan Samarkand. Pada tahun 1221, Mongol menyerbu Afghanistan utara, pada tahun 1223 pasukan Rusia dikalahkan di Kalka, dan kemudian laut Kaspia sepenuhnya dikepung ketika pasukan kembali pulang. Kaum Muslim di wilayah tersebut sekarang memiliki gelar baru untuk Genghis, yaitu 'Yang Terkutuk.' Kota-kota telah dihancurkan hingga ke dasarnya, warga sipil dibantai, dan bahkan sistem irigasi pun dirusak. Dunia Asia telah berubah drastis dalam waktu kurang dari dua dekade. Genghis Khan meninggal pada tanggal 18 Agustus 1227 karena penyakit yang tidak diketahui, namun para penerusnya akan memastikan tatanan dunia baru Mongol akan jauh bertahan lebih daripada penciptanya.

### Ogedei Khan Menyerang Eropa

Genghis telah menetapkan bahwa kekaisarannya akan dibagi di antara empat putranya, Jochi, Chagatai (Chaghadai), Tolui (Tului), dan Ogedei, dengan masing-masing memerintah sebuah kekhanan (meskipun Jochi akan mendahului ayahnya yang meninggal pada tahun 1227). Ogedei menjadi Khan Agung yang baru (masa kekuasaan 1229-1241) dan dengan demikian menjadi penguasa seluruh bangsa Mongol. Kekaisaran yang bersatu akan bertahan hingga tahun 1260 Masehi ketika empat kekhanan menjadi sepenuhnya otonom (lihat di bawah).

Ogedei Khan selanjutnya mengonsolidasikan aparat negara Mongol dengan menunjuk anggota pengawal kekaisaran dan menteri sebagai gubernur regional (*daruqachi*), melakukan sensus dan memberlakukan sistem pajak yang tepat (berbeda dengan sekedar penyitaan properti). Pada tahun 1235, sebuah ibu kota dipilih, yaitu Karakorum (Qaraqorum) di Mongolia. Jaringan *Yam* diperluas, sumur-sumur dilindungi di sepanjang rute perdagangan, dan para pedagang yang melakukan perjalanan diberi perlindungan militer.

Dalam hal penaklukan, Ogedei melanjutkan apa yang telah ditinggalkan oleh pendahulunya dan dengan bantuan jenderal berbakat Subutai (alias Sube'etei, 1176-1248), yang dikenal sebagai salah satu dari 'Empat Anjing Perang' khan, yang berperang melawan Jin pada tahun 1230-1. Ibu kota Jin, Kaifeng, jatuh pada tahun 1233, dan perang pada tahun 1234 menyebabkan kaisar Jin, Aizong (masa kekuasaan 1224-1234) bunuh diri, serta keruntuhan total dan akhir dari negara Jin. Korea juga berulang kali diserbu pada periode ini.

[ ![Mongol Warrior Reconstruction](https://www.worldhistory.org/img/r/p/750x750/11223.jpg?v=1776640410) Rekonstruksi Prajurit Mongol William Cho (CC BY-SA) ](https://www.worldhistory.org/image/11223/mongol-warrior-reconstruction/ "Mongol Warrior Reconstruction")Dari tahun 1235 Subutai mengoordinasikan perang di seluruh Asia Tengah, merebut kota-kota seperti Tiflis (Tbilisi). Dari tahun 1236 hingga 1242, pasukan beranggotakan 150.000 orang yang diorganisir dalam lima divisi terpisah kemudian berbaris melewati Kazakhstan/Uzbekistan untuk menyerang Eropa Timur di sekitar sungai Volga. Kemenangan diraih saat melawan Bulgaria, Rusia, Polandia, dan Hungaria dalam beberapa perang. Tampaknya datang entah dari mana, kavaleri Mongol dikenal sebagai 'penunggang kuda Iblis.' Kota-kota besar seperti Kiev (1240), Krakow (1241), Buda dan Pest (1241) semuanya dirampas dan dijarah. Tampaknya hanya kematian Ogedei pada tahun 1241 yang menyelamatkan Eropa dari serangan lebih lanjut karena para pemimpin Mongol kemudian dipaksa untuk kembali ke Karakorum untuk memilih khan baru. Dua khan berikutnya adalah Guyuk Khan (masa berkuasa 1246-1248) dan [Mongke Khan](https://www.worldhistory.org/trans/id/1-18505/mongke-khan/) (masa berkuasa 1251-1259) dengan bupati yang memerintah di antaranya, tetapi Kubilai, cucu Genghis, yang menunjukkan ambisi terbesar karena ia membawa penaklukan Mongol ke tingkat yang lebih tinggi.

### Kubilai Khan Menyerang Tiongkok & Jepang

Kubilai Khan akan memerintah dari tahun 1260 hingga 1294, tetapi ia sudah membuat kesan yang baik sebelumnya ketika dia berperang dengan Mongke Khan melawan Dinasti Song, Tiongkok. Kubilai harus bertempur dengan adiknya Ariq Boke (1219-1266) untuk posisi Khan Agung, tetapi Kubilai menang, dan bahkan jika kekaisaran sekarang secara efektif terpecah menjadi empat kekhanan, ia merasa terhibur karena bagiannya tetap yang terkaya. Bagaimanapun, Kubilai berambisi untuk mendapatkan gelar yang lebih prestisius, yaitu: kaisar Tiongkok. Oleh karena itu, Song kembali diserang, namun kali ini Kubilai terlibat dalam perang pengepungan dengan menggunakan katapel tempur yang lebih unggul - pengetahuan yang diperoleh dari Asia Barat. Kota demi kota jatuh selama 11 tahun berikutnya, dan dengan jatuhnya ibu kota Lin'an pada tanggal 28 Maret 1276, demikian pula Dinasti Song runtuh. Pada tanggal 19 Maret 1279, sebuah pertempuran laut besar dimenangkan di Yaishan, terletak di dekat Makau yang sekarang adalah contoh lain dari adaptasi yang berhasil dalam peperangan Mongol dan perlawanan Song yang terakhir berhasil dipatahkan. Kubilai telah mengalahkan apa yang diimpikan oleh semua pengembara padang rumput sebelumnya: negara Tiongkok yang perkasa dan sangat kaya.

Pada tahun 1271, Kubilai mendeklarasikan dirinya sebagai kaisar Tiongkok dan tatanan barunya sebagai Dinasti Yuan, yang berarti 'asal' atau 'pusat'. Daidu (Beijing) dijadikan sebagai ibu kota baru, dan [Xanadu](https://www.worldhistory.org/trans/id/1-18478/xanadu/) (Shangdu) di timur laut menjadi tempat peristirahatan musim panas kaisar. Terbukti sebagai administrator yang cakap sekaligus penakluk, Kubilai menata negaranya yang besar menjadi 12 provinsi dan mendorong perdagangan melalui pajak yang menguntungkan bagi para pedagang, mendorong penggunaan uang kertas, serta meningkatkan jaringan jalan dan kanal untuk mengangkut barang dengan lebih baik. Namun, Kubilai tidak puas, dan melancarkan dua serangan terhadap Jepang pada tahun 1274 dan 1281. Keduanya akan gagal sebagai akibat dari perlawanan lokal yang gigih dan badai dahsyat yang disebut orang Jepang sebagai kamikaze atau 'angin dewa'. Tak gentar, Kubilai melancarkan serangan di Asia Tenggara dengan invasi ke Vietnam (1257, 1281, dan 1286), Burma (1277 dan 1287), dan Jawa (1292), yang semuanya hanya meraih hasil yang beragam. Tampaknya Kekaisaran Mongol telah mencapai puncak kejayaannya dan abad ke-13 hanya akan mengalami kemunduran.

[ ![Four Khanates of the Mongol Empire](https://www.worldhistory.org/img/r/p/750x750/11439.png?v=1776640387) Empat Wilayah Kekhanan Kekaisaran Mongol Arienne King (CC BY-NC-SA) ](https://www.worldhistory.org/image/11439/four-khanates-of-the-mongol-empire/ "Four Khanates of the Mongol Empire")### Kekhanan & Kemundurannya

Sementara Khan Agung telah disibukkan dengan bagian timur Kekaisaran Mongol, bagian tengah dan barat sebagian besar berjalan sendiri-sendiri. [Gerombolan Emas](https://www.worldhistory.org/trans/id/1-18503/gerombolan-emas/), yang berpusat di padang rumput Eurasia barat, didirikan oleh [Batu Khan](https://www.worldhistory.org/trans/id/1-18504/batu-khan/) (meninggal 1255), yaitu cucu Genghis, sekitar tahun 1227. Kekhanan ini bertahan lebih lama daripada kerajaan-kerajaan lainnya, yang secara resmi berakhir pada tahun 1480, tetapi dari pertengahan abad ke-14, Rusia dan Lithuania bangkit kembali di daerah tersebut. Ilkhanat, yang berpusat di Persia, didirikan oleh Hulagu (meninggal 1265), cucu Genghis lainnya sekitar tahun 1260. Ilkhanat akan terus-menerus terancam oleh tetangganya di sebelah tenggara, Kesultanan Mamluk (1261-1517) dan hancur akibat perselisihan dinasti pada tahun 1335. Kekhanan Chagatai didirikan oleh Chagatai (1183-1242), putra kedua Genghis Khan dan akan tetap menjadi negara Mongol yang paling asli, di mana akar nomaden terbukti sulit untuk dihilangkan. Lagi, perselisihan dinasti menyebabkan keruntuhannya pada tahun 1363.

Ketiga kekhanan barat ini akan terus-menerus bertempur satu sama lain dalam perselisihan perbatasan. Masing-masing akhirnya akan menganut Islam sebagai agama negara, yang juga menjadi perdebatan di antara para elit. Wilayah-wilayah Ilkhanat dan Kekhanan Chagatai akhirnya diambil alih oleh Timur (Tamerlane), pendiri Kekaisaran Timuriyah (1370-1507). Bahkan, Yuan Tiongkok pun menyerah pada perang saudara dari kelompok-kelompok lawannya dan dengan ekonomi yang lemah dilanda kelaparan serta pemberontakan lokal, Dinasti Ming mampu mengambil alih Tiongkok pada tahun 1368. Pada akhirnya, bangsa Mongol telah menjadi bagian dari masyarakat yang menetap, mereka sangat mudah ditaklukkan yang membuat mereka sama rentannya dengan negara lain terhadap pengambilalihan oleh mereka yang bersedia merangkul ide dan teknologi baru.

[ ![Map of the Empire of Timur the Lame, c. 1404 CE](https://www.worldhistory.org/img/r/p/750x750/17689.png?v=1775565386-1760248958) Kekaisaran Timur Lenk, sekitar tahun 1404 Masehi. Simeon Netchev (CC BY-NC-ND) ](https://www.worldhistory.org/image/17689/map-of-the-empire-of-timur-the-lame-c-1404-ce/ "Map of the Empire of Timur the Lame, c. 1404 CE")### Warisan Bangsa Mongol

Bangsa Mongol mungkin tidak menyusahkan banyak kurator museum modern dengan karya seni mereka atau meninggalkan bangunan-bangunan indah untuk dikagumi, tetapi mereka meninggalkan warisan abadi dengan cara lain. Mungkin pengaruh terbesar mereka terhadap budaya dunia adalah membuat hubungan serius pertama antara Timur dan Barat. Kekaisaran Mongol, kekaisaran darat terbesar yang bersebelahan hingga saat itu, membentang di seperlima dunia dan tentara mereka diwajibkan untuk bertempur melawan ksatria Teutonik di satu sisi dan di sisi lain mereka menghadapi prajurit samurai, yang tak satu pun dari kedua musuh itu mengetahui keberadaan satu sama lainnya. Hingga saat ini, orang Tionghoa dan Eropa masing-masing memandang tanah satu sama lain sebagai tempat semi-mitos yang berisi monster. Ketika para duta besar, misionaris, pedagang, dan pelancong seperti Marco Polo (1254-1324) didorong untuk melintasi Asia secara bebas, maka kontak pun meningkat, dan ide-ide serta agama-agama pun disebarkan. Bubuk mesiu, kertas, percetakan, dan kompas semuanya menjadi familiar di Eropa. Bangsa Mongol juga menyebarkan gagasan dalam bidang masakan, seperti membuat sup daging kaldu *sulen* (*shulen*) mereka menjadi hidangan populer di seluruh Asia, bahkan hingga hari ini. Sayangnya, ada konsekuensi yang kurang menguntungkan, seperti Wabah Hitam (1347-1352), yang pertama kali menyebar dari daerah terpencil di Tiongkok ke Laut Hitam dan dari sana ke Venesia, kemudian ke seluruh Eropa. Di Mongolia, kekaisaran ini dikenang sebagai era keemasan dan Genghis Khan, yang memulai semuanya, terus dihormati dengan upacara rutin di ibu kota Mongolia, Ulan Bator.

#### Editorial Review

This human-authored definition has been reviewed by our editorial team before publication to ensure accuracy, reliability and adherence to academic standards in accordance with our [editorial policy](https://www.worldhistory.org/static/editorial-policy/).

## Daftar Pustaka

- [Broadbridge, A.F. *Women and the Making of the Mongol Empire.* Cambridge University Press, 2018.](https://www.worldhistory.org/books/1108441009/)
- [Buell, P.D. *Historical Dictionary of the Mongol World Empire.* Rowman & Littlefield Publishers, 2018.](https://www.worldhistory.org/books/1538111365/)
- [Ebrey, P.B. *Pre-Modern East Asia.* Cengage Learning, 2013.](https://www.worldhistory.org/books/1133606512/)
- [Lane, G. *Daily Life in the Mongol Empire.* Hackett Publishing Company, Inc., 2009.](https://www.worldhistory.org/books/0872209687/)
- [May, T. *The Mongol Empire.* Edinburgh University Press, 2018.](https://www.worldhistory.org/books/0748642366/)
- [Morgan, D. *The Mongols by David Morgan.* Wiley-Blackwell, 2019.](https://www.worldhistory.org/books/B01FGL17HW/)
- [Rossabi, M. *A History of China.* Wiley-Blackwell, 2013.](https://www.worldhistory.org/books/1577181131/)
- [Saunders, J.J. *The History of the Mongol Conquests.* University of Pennsylvania Press, 2001.](https://www.worldhistory.org/books/0812217667/)
- [Turnbull, S. *Genghis Khan & the Mongol Conquests 1190-1400.* Osprey Publishing, 2003.](https://www.worldhistory.org/books/1841765236/)
- [Turnbull, S. *Mongol Warrior 1200-1350.* Osprey Publishing, 2003.](https://www.worldhistory.org/books/184176583X/)
- [Turnbull, S. *The Mongols.* Osprey Publishing, 1980.](https://www.worldhistory.org/books/0850453720/)

## Tentang Penulis

Mark adalah seorang penulis, peneliti, sejarawan, dan editor penuh waktu. Minat khususnya meliputi seni, arsitektur, dan gagasan yang ada di semua peradaban. Mark meraih gelar MA dalam bidang Filsafat Politik dari University of York dan menjabat sebagai Direktur Penerbitan di WHE.

## Garis Waktu

- **c. 1162 CE - 1227 CE**: Life of [Genghis Khan](https://www.worldhistory.org/Genghis_Khan/), founder of the [Mongol Empire](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/).
- **1205 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) attack the [Jurchen Jin state](https://www.worldhistory.org/Jurchen_Jin_Dynasty/) in northern [China](https://www.worldhistory.org/china/).
- **1205 CE - 1255 CE**: Life of the [Mongol](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) military commander and grandson of [Genghis Khan](https://www.worldhistory.org/Genghis_Khan/), [Batu Khan](https://www.worldhistory.org/Batu_Khan/).
- **1206 CE**: A great [Mongol](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) conference of tribal leaders (khuriltai) awards Temujin the title of [Genghis Khan](https://www.worldhistory.org/Genghis_Khan/) ('universal ruler').
- **1206 CE - 1227 CE**: Reign of [Genghis Khan](https://www.worldhistory.org/Genghis_Khan/) as the ruler of the [Mongol Empire](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/).
- **1206 CE - 1368 CE**: The [Mongol Empire](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) rules in Central and East Asia.
- **1209 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) attack the [Jurchen Jin state](https://www.worldhistory.org/Jurchen_Jin_Dynasty/) in northern [China](https://www.worldhistory.org/china/).
- **1209 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) attack the Tangut state of Xi Xia.
- **1209 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) attack the [Jurchen Jin state](https://www.worldhistory.org/Jurchen_Jin_Dynasty/) in northern [China](https://www.worldhistory.org/china/).
- **1211 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) attack the [Jurchen Jin state](https://www.worldhistory.org/Jurchen_Jin_Dynasty/) in northern [China](https://www.worldhistory.org/china/).
- **1212 CE - 1215 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) attack Song [China](https://www.worldhistory.org/china/), sacking over 90 [cities](https://www.worldhistory.org/city/).
- **1214 CE**: The [Jurchen Jin state](https://www.worldhistory.org/Jurchen_Jin_Dynasty/) signs a short-lived peace treaty with the [Mongol Empire](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) and is obliged to pay tribute.
- **1215 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) attack the Tangut state of Xi Xia.
- **1215 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) sack Beijing.
- **1215 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) attack the [Jurchen Jin state](https://www.worldhistory.org/Jurchen_Jin_Dynasty/) in northern [China](https://www.worldhistory.org/china/).
- **1218 CE - 1220 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) attack the Khwarazm [Empire](https://www.worldhistory.org/empire/) in Central Asia.
- **1219 CE**: A [Goryeo](https://www.worldhistory.org/Goryeo/) army allies with the [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) to attack the [Khitan](https://www.worldhistory.org/Khitan/) in northern [Korea](https://www.worldhistory.org/Korea/).
- **1221 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) attack northern Afghanistan.
- **1223 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) defeat an army of the [Kievan Rus](https://www.worldhistory.org/Kievan_Rus/) at Kalka.
- **c. 1227 CE - 1242 CE**: Reign of Chagatai Khan, ruler of the [Mongol](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) [Chagatai Khanate](https://www.worldhistory.org/Chagatai_Khanate/) named after him.
- **c. 1227 CE - 1363 CE**: The [Mongol](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) [Chagatai Khanate](https://www.worldhistory.org/Chagatai_Khanate/) rules in Central Asia.
- **18 Aug 1227 CE**: [Death](https://www.worldhistory.org/disambiguation/Death/) of [Genghis Khan](https://www.worldhistory.org/Genghis_Khan/) from illness.
- **1228 CE - 1240 CE**: Composition of [the Secret History of the Mongols](https://www.worldhistory.org/The_Secret_History_of_the_Mongols/).
- **1229 CE - 1241 CE**: Reign of [Ogedei Khan](https://www.worldhistory.org/Ogedei_Khan/) as the ruler of the [Mongol Empire](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/).
- **1230 CE - 1231 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) attack the [Jurchen Jin State](https://www.worldhistory.org/Jurchen_Jin_Dynasty/).
- **1231 CE - 1232 CE**: [Ogedei Khan](https://www.worldhistory.org/Ogedei_Khan/) leads a [Mongol](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) invasion into [Korea](https://www.worldhistory.org/Korea/).
- **1233 CE**: Kaifeng, capital of the [Jurchen Jin State](https://www.worldhistory.org/Jurchen_Jin_Dynasty/), falls after a lengthy siege by the [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/).
- **1234 CE - 1236 CE**: [Ogedei Khan](https://www.worldhistory.org/Ogedei_Khan/) orders a census to be conducted for tax purposes across northern [China](https://www.worldhistory.org/china/).
- **Feb 1234 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) attack and [conquer](https://www.worldhistory.org/warfare/) the [Jurchen Jin State](https://www.worldhistory.org/Jurchen_Jin_Dynasty/) in northern [China](https://www.worldhistory.org/china/).
- **1235 CE**: [Ogedei Khan](https://www.worldhistory.org/Ogedei_Khan/) orders the construction of a new capital of the [Mongol Empire](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) at [Karakorum](https://www.worldhistory.org/Karakorum/), Mongolia.
- **1235 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) invade northern Iraq and western Asia
- **1235 CE - 1263 CE**: [Karakorum](https://www.worldhistory.org/Karakorum/) is capital of the [Mongol Empire](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/).
- **1236 CE - 1242 CE**: Multiple [Mongol](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) armies attack western Asia, Russia, Poland, and Hungary.
- **21 Dec 1237 CE**: The [city](https://www.worldhistory.org/city/) of Ryazan (Riazan) is besieged and captured by the [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/).
- **1238 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) invade Azerbaijan, Georgia, and [Armenia](https://www.worldhistory.org/armenia/).
- **7 Feb 1238 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) capture the [city](https://www.worldhistory.org/city/) of Vladimir.
- **23 Mar 1238 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) capture the [city](https://www.worldhistory.org/city/) of Torshok.
- **1240 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) sack Halych.
- **6 Dec 1240 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) capture Kiev.
- **9 Apr 1241 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) defeat an army led by Henry the Pious, the Duke of Silesia, near Liegnitz (Legnica).
- **10 Apr 1241 CE - 11 Apr 1241 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) defeat an army led by Bela IV, king of Hungary, at the [Battle](https://www.worldhistory.org/disambiguation/battle/) of Mohi.
- **Dec 1241 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) capture Buda and Pest.
- **Dec 1241 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) capture the great [city](https://www.worldhistory.org/city/) of Gran (Esztergom) in Hungary.
- **11 Dec 1241 CE**: [Ogedei Khan](https://www.worldhistory.org/Ogedei_Khan/), ruler of the [Mongol Empire](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/), dies at the capital [Karakorum](https://www.worldhistory.org/Karakorum/).
- **1242 CE**: [Death](https://www.worldhistory.org/disambiguation/Death/) of Chagatai, ruler of the [Chagatai Khanate](https://www.worldhistory.org/Chagatai_Khanate/).
- **1246 CE - 1248 CE**: Reign of Guyuk Khan as ruler of the [Mongol Empire](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/).
- **1251 CE**: [Batu Khan](https://www.worldhistory.org/Batu_Khan/) and the Jochid-Toluid kurultai declare Mongke Great Khan of the [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/).
- **1251 CE - 1259 CE**: Reign of [Mongke Khan](https://www.worldhistory.org/Mongke_Khan/), ruler of the [Mongol Empire](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/).
- **1253 CE - 1255 CE**: The Franciscan missionary and chronicler William of Rubruck visits the [Mongol Empire](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/), including the capital [Karakorum](https://www.worldhistory.org/Karakorum/).
- **1253 CE - 1260 CE**: A [Mongol](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) army led by Hulegu invades [Persia](https://www.worldhistory.org/Persia/) and the Middle East.
- **1256 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) defeat the Ismailis (aka [the Assassins](https://www.worldhistory.org/The_Assassins/)) in [Persia](https://www.worldhistory.org/Persia/).
- **1257 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) invade Vietnam.
- **1257 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) [conquer](https://www.worldhistory.org/warfare/) the Dali kingdom in southern [China](https://www.worldhistory.org/china/).
- **1258 CE**: An uprising restores the monarchy in [Korea](https://www.worldhistory.org/Korea/) and makes peace with the [Mongol Empire](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/).
- **1258 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) [conquer](https://www.worldhistory.org/warfare/) the [Abbasid Caliphate](https://www.worldhistory.org/Abbasid_Dynasty/). During this campaign there is the infamous sacking of Baghdad and murder of the caliph.
- **11 Aug 1259 CE**: [Death](https://www.worldhistory.org/disambiguation/Death/) of [Mongke Khan](https://www.worldhistory.org/Mongke_Khan/), ruler of the [Mongol Empire](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/).
- **Dec 1259 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) besiege and capture Aleppo in [Syria](https://www.worldhistory.org/syria/).
- **1260 CE - 1264 CE**: [Kublai Khan](https://www.worldhistory.org/Kublai_Khan/) fights a civil [war](https://www.worldhistory.org/disambiguation/War/) with his brother Ariq Boke for control of the [Mongol Empire](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/).
- **1260 CE - 1265 CE**: Hulegu rules the [Ilkhanate](https://www.worldhistory.org/Ilkhanate/).
- **1260 CE - 1294 CE**: Reign of [Kublai Khan](https://www.worldhistory.org/Kublai_Khan/), ruler of the [Mongol Empire](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/).
- **1260 CE - 1335 CE**: The [Mongol](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) [Ilkhanate](https://www.worldhistory.org/Ilkhanate/) rules in Iran and neighbouring territories.
- **1262 CE**: [Kublai Khan](https://www.worldhistory.org/Kublai_Khan/) captures [Karakorum](https://www.worldhistory.org/Karakorum/) after his rival nAriq Boke (1219-1266 CE) used it as his base.
- **1263 CE - 1273 CE**: [Xanadu](https://www.worldhistory.org/Xanadu/) is the capital of the [Mongol Empire](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/).
- **1265 CE - 1282 CE**: Abaqa rules the [Ilkhanate](https://www.worldhistory.org/Ilkhanate/).
- **1268 CE**: [Kublai Khan](https://www.worldhistory.org/Kublai_Khan/) resumes the [Mongol](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) attacks on [Song Dynasty](https://www.worldhistory.org/Song_Dynasty/) [China](https://www.worldhistory.org/china/).
- **1270 CE**: Abaqa, ruler of the [Ilkhanate](https://www.worldhistory.org/Ilkhanate/), defeats Baraq, ruler of the [Chagatai Khanate](https://www.worldhistory.org/Chagatai_Khanate/), at the [battle](https://www.worldhistory.org/disambiguation/battle/) of Herat.
- **1270 CE**: Part of northern [Korea](https://www.worldhistory.org/Korea/) is conquered by the [Mongol Empire](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/).
- **1271 CE**: The [Ilkhanate](https://www.worldhistory.org/Ilkhanate/) signs a [trade](https://www.worldhistory.org/disambiguation/trade/) agreement with Venice.
- **1271 CE - 1368 CE**: The [Mongol](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) [Yuan Dynasty](https://www.worldhistory.org/Yuan_Dynasty/), founded by [Kublai Khan](https://www.worldhistory.org/Kublai_Khan/), rules [China](https://www.worldhistory.org/china/).
- **1272 CE - 1301 CE**: The [Mongol](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) leader Qaidu II dominates Central Asia and nominates khans to rule the [Chagatai Khanate](https://www.worldhistory.org/Chagatai_Khanate/).
- **1273 CE**: Abaqa, ruler of the [Ilkhanate](https://www.worldhistory.org/Ilkhanate/), sacks the [city](https://www.worldhistory.org/city/) of Bukhara in the [Chagatai Khanate](https://www.worldhistory.org/Chagatai_Khanate/).
- **1273 CE**: Xiangyang falls into [Mongol](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) hands.
- **1274 CE - 1364 CE**: [Xanadu](https://www.worldhistory.org/Xanadu/) is the summer capital of the [Mongol Empire](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/).
- **1275 CE - 1279 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) led by [Kublai Khan](https://www.worldhistory.org/Kublai_Khan/) attack and [conquer](https://www.worldhistory.org/warfare/) the last remnants of Song [China](https://www.worldhistory.org/china/).
- **c. 1275 CE - 1292 CE**: [Marco Polo](https://www.worldhistory.org/Marco_Polo/) serves [Kublai Khan](https://www.worldhistory.org/Kublai_Khan/) in [Mongol](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) [Yuan Dynasty](https://www.worldhistory.org/Yuan_Dynasty/) [China](https://www.worldhistory.org/china/).
- **28 Mar 1276 CE**: Lin'an, the capital of the [Song Dynasty](https://www.worldhistory.org/Song_Dynasty/), is captured by a [Mongol](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) army.
- **1277 CE**: The [Ilkhanate](https://www.worldhistory.org/Ilkhanate/) defeats a Mamluk army in Lesser [Armenia](https://www.worldhistory.org/armenia/).
- **1277 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/)/[Yuan Dynasty](https://www.worldhistory.org/Yuan_Dynasty/) invade Burma.
- **19 Mar 1279 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/) complete their [conquest](https://www.worldhistory.org/warfare/) of [Song Dynasty](https://www.worldhistory.org/Song_Dynasty/) [China](https://www.worldhistory.org/china/) with victory at the naval [battle](https://www.worldhistory.org/disambiguation/battle/) at Yaishan.
- **1281 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/)/[Yuan Dynasty](https://www.worldhistory.org/Yuan_Dynasty/) [China](https://www.worldhistory.org/china/) invade Vietnam for a second time.
- **1282 CE - 1284 CE**: Ahmad Teguder rules the [Ilkhanate](https://www.worldhistory.org/Ilkhanate/).
- **1284 CE - 1291 CE**: Arghun rules the [Ilkhanate](https://www.worldhistory.org/Ilkhanate/).
- **1286 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/)/[Yuan Dynasty](https://www.worldhistory.org/Yuan_Dynasty/) [China](https://www.worldhistory.org/china/) re-invade Vietnam.
- **1287 CE**: The [Mongols](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/)/[Yuan Dynasty](https://www.worldhistory.org/Yuan_Dynasty/) [China](https://www.worldhistory.org/china/) re-invade Burma.
- **Dec 1288 CE**: The [Ilkhanate](https://www.worldhistory.org/Ilkhanate/) agrees a [trade](https://www.worldhistory.org/disambiguation/trade/) deal with Genoa.
- **1291 CE - 1295 CE**: Gaikhatu rules the [Ilkhanate](https://www.worldhistory.org/Ilkhanate/).
- **1292 CE**: A [Mongol](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/)/[Yuan Dynasty](https://www.worldhistory.org/Yuan_Dynasty/) naval force attacks Java.
- **1295 CE**: Baidu rules the [Ilkhanate](https://www.worldhistory.org/Ilkhanate/).
- **1295 CE**: Ghazan, ruler of the [Ilkhanate](https://www.worldhistory.org/Ilkhanate/), converts to [Islam](https://www.worldhistory.org/islam/).
- **1295 CE - 1304 CE**: Ghazan rules the [Ilkhanate](https://www.worldhistory.org/Ilkhanate/).
- **Nov 1299 CE**: The [Ilkhanate](https://www.worldhistory.org/Ilkhanate/) briefly captures Mamluk-controlled Aleppo and Damascus.
- **1303 CE**: The Mamluks defeat an [Ilkhanate](https://www.worldhistory.org/Ilkhanate/) army in [Syria](https://www.worldhistory.org/syria/) at Marj al-Suffar.
- **1304 CE - 1316 CE**: Oljeitu rules the [Ilkhanate](https://www.worldhistory.org/Ilkhanate/).
- **1316 CE - 1335 CE**: [Abu](https://www.worldhistory.org/disambiguation/Abu/) Said rules the [Ilkhanate](https://www.worldhistory.org/Ilkhanate/).
- **1322 CE**: The [Ilkhanate](https://www.worldhistory.org/Ilkhanate/) and Mamluk Sultanate sign a peace treaty.
- **1335 CE**: The [Ilkhanate](https://www.worldhistory.org/Ilkhanate/) disintegrates into smaller states following dynastic disputes.
- **1347 CE - 1363 CE**: Tughlugh [Timur](https://www.worldhistory.org/Timur/) rules as the last Khan of the [Chagatai Khanate](https://www.worldhistory.org/Chagatai_Khanate/). Upon his [death](https://www.worldhistory.org/disambiguation/Death/), the state disintegrates.
- **1370 CE**: The last [Yuan Dynasty](https://www.worldhistory.org/Yuan_Dynasty/) emperor, Toghon Temur (r. 1333-1368 CE), dies at [Karakorum](https://www.worldhistory.org/Karakorum/).
- **1430 CE**: The [city](https://www.worldhistory.org/city/) of [Xanadu](https://www.worldhistory.org/Xanadu/), once the capital of the [Mongol Empire](https://www.worldhistory.org/Mongol_Empire/), is definitively abandoned.

## Tautan Eksternal

- [The Legacy of Genghis Khan | Essay | The Metropolitan Museum of Art | Heilbrunn Timeline of Art History](https://www.metmuseum.org/toah/hd/khan1/hd_khan1.htm)
- [Genghis Khan and the Mongol Empire (video) | Khan Academy](https://www.khanacademy.org/humanities/world-history/medieval-times/the-mongols/v/genghis-khan-and-the-mongol-empire)

## Sitasi Karya Ini

### APA
Cartwright, M. (2024, March 26). Kekaisaran Mongol. (H. Elvira, Penerjemah). *World History Encyclopedia*. <https://www.worldhistory.org/trans/id/1-17448/kekaisaran-mongol/>
### Chicago
Cartwright, Mark. "Kekaisaran Mongol." Diterjemahkan oleh Hendri Elvira. *World History Encyclopedia*, March 26, 2024. <https://www.worldhistory.org/trans/id/1-17448/kekaisaran-mongol/>.
### MLA
Cartwright, Mark. "Kekaisaran Mongol." Diterjemahkan oleh Hendri Elvira. *World History Encyclopedia*, 26 Mar 2024, <https://www.worldhistory.org/trans/id/1-17448/kekaisaran-mongol/>.

## Lisensi &amp; Hak Cipta

Dikirim oleh [Hendri Elvira](https://www.worldhistory.org/user/hendrielvira/ "User Page: Hendri Elvira"), dipublikasikan pada 26 March 2024. Silakan periksa sumber aslinya untuk informasi hak cipta. Harap diperhatikan bahwa konten yang ditautkan dari halaman ini mungkin memiliki ketentuan lisensi yang berbeda.

