---
title: Saraswati
author: Mark Cartwright
translator: Sabrina Go
source: https://www.worldhistory.org/trans/id/1-14190/saraswati/
format: machine-readable-alternate
license: Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike (https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/)
updated: 2021-10-26
---

# Saraswati

_Ditulis oleh [Mark Cartwright](https://www.worldhistory.org/user/markzcartwright/)_
_Diterjemahkan oleh [Sabrina Go](https://www.worldhistory.org/user/sabrinago)_

Saraswati (atau Sarasvati) adalah dewi pengetahuan, kebijaksanaan, musik dan estetika Hindu. Ia juga dikenal sebagai Bharati (kefasihan berbicara), Shatarupa (keberadaan), Vedamata (‘ibu dari *Weda*’), Brahmi, Sarada, Vagisvari dan Putkari. Sebagai Vac, ia adalah dewi amanat. Saraswati pertama kali muncul dalam *Regweda* dan dalam teks religious yang belakangan, ia diperkenalkan sebagai penemu bahasa sansekerta dan sudah sepantasnya, memberikan hadiah kepada Ganesha berupa pena dan tinta. Ia juga adalah pelindung seni dan ilmu pengetahuan dan istri dewa Brahma, meski Waisnawa Benggala menganggapnya sebagai istri pertama dewa Wishnu. Saraswati juga dipuja sebagai dewi pengetahuan dalam Jainisme dan oleh beberapa sekte Buddha.

### Pemujaan dan Ritual

Nama Saraswati memiliki arti ‘elegan’, ‘mengalir’, dan ‘bersifat air’; ini menandakan statusnya sebagai salah satu sungai-sungai pembatas Arya awal. Sungai Sarasawati (nama modern: Sarsuti), seperti Sungai Gangga, mengalir dari Himalaya dan dianggap sumber penyucian yang keramat, sumber kesuburan dan sumber keberuntungan untuk mereka yang mandi di sana. Sungai keramat ini, seperti juga Sungai Gangga, kemudian berkembang menjadi dewi yang dipersonifikasikan.

Sang dewi memiliki festivalnya sendiri, yaitu Saraswati Puja, yang diadakan pada hari pertama musim semi. Selama festival, para pemuja mengenakan warna kuning, yang diasosiasikan dengan kebijaksanaan dan kemakmuran. Patung-patung sang dewi juga dipakaikan sutra berwarna kuning, kemudian para pemuja berdoa agar pena, buku dan alat musik mereka diberkati. Anak-anak diajarkan menulis untuk pertama kalinya dalam festival ini, para pendeta Brahmin diberikan makanan-makanan enak dan para leluhur diberi penghormatan. Saraswati juga dipuja bersama dengan dewi-dewi besar lainnya dalam perayaan Navatri pan-India. Sebagai dewi pelindung musik, Saraswati sering kali menjadi tempat para musisi memanjatkan doa sebelum konser dan oleh para siswa sebelum ujian sebagai dewi pencarian ilmu pengetahuan.

### Saraswati dan Brahma

Dalam mitologi Hindu, Saraswati adalah istri dari dewa agung Brahma. Namun, menurut beberapa tradisi, ia adalah istri pertama dewa Wishnu. Akan tetapi, yang terakhir ini sudah memiliki dua orang istri yang lain, maka ia memberikan Saraswati pada Brahma. Meski merupakan salah satu dari dewa Hindu yang utama, dewa Brahma jarang dipuja secara aktif. Dalam mitologi, hal ini dijelaskan sebagai akibat dari kutukan dari Saraswati. Kutukan ini sebernarnya adalah hasil kesalahapahaman. Suatu hari, saat sedang menunggu istrinya untuk bisa memulai upacara religius yang penting, karena tidak bisa memulai ritual dengan tepat waktu, Brahma meminta saran dari para dewa. Mereka menjawab untuk menciptakan istri baru, Gayatri, agar upacara bisa berjalan tepat waktu. Akan tetapi, saat Saraswati akhirnya muncul, ia marah melihat suaminya bersama wanita lain lalu mengutuk dewa Brahma agar tidak pernah disembah oleh manusia (meski saat ini dewa Brahma disembah di beberapa tempat di Asia Tenggara).

Beberapa umat Hindu percaya semua makhluk dilahirkan dari penyatuan Brahma dan Saraswati; dimulai dengan Manu, manusia pertama. Lebih tepatnya, putra Saraswati adalah *resi* (pertapa) Sarasvata. Ia, Sarasvata, yang tumbuh sehat dengan air yang berlimpah dari ibunya, mampu bertahan dari Kekeringan Hebat dalam mitologi Hindu dan akhirnya selamat sebagai tempat penyimpanan definitif teks-teks suci Weda.

[ ![Saraswati, Gangaikondacholapuram](https://www.worldhistory.org/img/r/p/500x600/4238.jpg?v=1706706423) Saraswati, Gangaikondacholapuram Jonathan Freundlich (CC BY-SA) ](https://www.worldhistory.org/image/4238/saraswati-gangaikondacholapuram/ "Saraswati, Gangaikondacholapuram")### Saraswati dalam Seni

Dalam kesenian Hindu, Saraswati biasanya digambarkan sebagai wanita muda yang anggun dengan kulit yang putih. Ia sering mengenakan sari berwarna putih (yang menyimbolkan kesucian) dengan tepi biru. Saraswati digambarkan tidak terlalu peduli dengan barang-barang duniawi; ia jarang mengenakan perhiasan. Mungkin terdapat bulan sabit di dahinya dan duduk di atas bunga teratai. Atau, ia mungkin digambarkan menaiki kendaraanya (*vahana*), berupa angsa.

Seringkali diwakili oleh patung-patung dalam kuil, sang dewi ditemani oleh suaminya atau seekor burung merak, asisten tradisionalnya. Seperti banyak dewa-dewi Hindu, Saraswati sering dilukiskan dengan empat lengan, masing-masing menggenggam sebuah obyek simbolis. Lengan-lengan kirinya membawa manuskrip dari daun palem dan wadah air ritual. Tangan kanan sebelah atas menggenggam bunga teratai putih dan yang tangan yang bawah biasanya melakukan *varada mudra*, gestur tradisional Hindu dalam memberikan hadiah. Benda lain yang umumnya terlihat dalam tangan Saraswati adalah vina (alat musik klasik Hindu) yang melambangkan musik, hadiahnya kepada umat manusia.

#### Editorial Review

This human-authored definition has been reviewed by our editorial team before publication to ensure accuracy, reliability and adherence to academic standards in accordance with our [editorial policy](https://www.worldhistory.org/static/editorial-policy/).

## Daftar Pustaka

- [Anonymous. *Hindu Myths.* Penguin Classics, 2004.](https://www.worldhistory.org/books/0140449906/)
- [Craven, R.C. *Indian Art.* Thames & Hudson, 1997.](https://www.worldhistory.org/books/0500203024/)
- [Das, R. *The Illustrated Encyclopedia of Hinduism.* Lorenz Books, 2012.](https://www.worldhistory.org/books/0754820564/)
- [Dowson, J. *Classical Dictionary of Hindu Mythology and Religion; Geography, History.* DK Print World, 2000.](https://www.worldhistory.org/books/8124601089/)
- [Hackin, J. *Asiatic Mythology.* Crescent, 1988.](https://www.worldhistory.org/books/0517132257/)

## Tentang Penulis

Mark adalah seorang penulis, peneliti, sejarawan, dan editor penuh waktu. Minat khususnya meliputi seni, arsitektur, dan gagasan yang ada di semua peradaban. Mark meraih gelar MA dalam bidang Filsafat Politik dari University of York dan menjabat sebagai Direktur Penerbitan di WHE.

## Garis Waktu

- **c. 1500 BCE - c. 500 BCE**: The Vedic Period in [India](https://www.worldhistory.org/india/) after a greater migration of the Indo-[Aryans](https://www.worldhistory.org/Aryan/) from Central Asia
- **c. 1500 BCE - c. 500 BCE**: Indian scholars of the so-called Vedic Period commit [the Vedas](https://www.worldhistory.org/The_Vedas/) to written form; basic tenets of [Hinduism](https://www.worldhistory.org/hinduism/) are established.

## Sitasi Karya Ini

### APA
Cartwright, M. (2021, October 26). Saraswati. (S. Go, Penerjemah). *World History Encyclopedia*. <https://www.worldhistory.org/trans/id/1-14190/saraswati/>
### Chicago
Cartwright, Mark. "Saraswati." Diterjemahkan oleh Sabrina Go. *World History Encyclopedia*, October 26, 2021. <https://www.worldhistory.org/trans/id/1-14190/saraswati/>.
### MLA
Cartwright, Mark. "Saraswati." Diterjemahkan oleh Sabrina Go. *World History Encyclopedia*, 26 Oct 2021, <https://www.worldhistory.org/trans/id/1-14190/saraswati/>.

## Lisensi &amp; Hak Cipta

Dikirim oleh [Sabrina Go](https://www.worldhistory.org/user/sabrinago/ "User Page: Sabrina Go"), dipublikasikan pada 26 October 2021. Silakan periksa sumber aslinya untuk informasi hak cipta. Harap diperhatikan bahwa konten yang ditautkan dari halaman ini mungkin memiliki ketentuan lisensi yang berbeda.

