---
title: Ptolemy XII
author: Arienne King
translator: Callysta Pasaribu
source: https://www.worldhistory.org/trans/id/1-10409/ptolemy-xii/
format: machine-readable-alternate
license: Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike (https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/)
updated: 2026-10-19
---

# Ptolemy XII

_Ditulis oleh [Arienne King](https://www.worldhistory.org/user/ava.spartan.117/)_
_Diterjemahkan oleh [Callysta Pasaribu](https://www.worldhistory.org/user/callysta.pasari)_

Ptolemy XII Neos Dionysos (berkuasa 80-51 SM) adalah raja Mesir Ptolemaik dan ayah dari [Cleopatra VII](https://www.worldhistory.org/trans/id/1-866/cleopatra-vii/) (berkuasa 51-30 SM). Kelahiran tidak sah dan kebiasaan mabuknya menimbulkan ejekan, dan ia dijuluki "Auletes" ("Pemain Seruling") karena kemampuan bermusiknya. Ia memerintah selama hampir 30 tahun, menyuap para pemimpin Republik Romawi seperti Pompey dan Julius Caesar untuk mencegah aneksasi Mesir oleh Romawi.

Pada tahun 58 SM, di tengah gelombang gejolak ekonomi dan sentimen anti-Romawi, takhtanya direbut oleh putrinya, Berenike IV. Ptolemy XII menyuap prokonsul Romawi Aulus Gabinius untuk mengembalikannya pada tahun 56 SM. Suap yang semakin besar ini memaksanya untuk meminjam uang dari bankir Romawi, dan anak-anaknya, Cleopatra VII dan Ptolemy XIII, mewarisi hutang yang sangat besar. Namun, tindakannya juga memastikan kelanjutan dinasti Ptolemaik dengan melindungi Mesir dari peperangan Romawi.

### Kehidupan Awal

Ptolemy XII adalah anggota dinasti Ptolemaik Yunani, yang memerintah Mesir Ptolemaik setelah penaklukan Alexander Agung. Ptolemy XII lahir pada tanggal yang tidak diketahui, kemungkinan setelah 100 SM berdasarkan deskripsi Cicero, seorang sejarawan Romawi sezaman, tentang dirinya sebagai seorang remaja pada tahun 80 SM. Ia adalah putra haram Ptolemy IX dan seorang ibu yang tidak disebutkan namanya. Sejarawan modern berspekulasi bahwa ibunya mungkin seorang pelacur Yunani atau Suriah atau seorang bangsawan Mesir. Anak-anak yang lahir di luar nikah dipandang rendah di Mesir Ptolemaik, dan ia disebut "Nothos" ("Si Bajingan" dalam bahasa Yunani).

Pada tahun 88 SM, saingan dan saudara tiri Ptolemy IX, Ptolemy X Alexander, meninggal dunia saat mencoba merebut Siprus. Sebelum meninggal, Ptolemy X konon mewariskan Mesir kepada Republik Romawi dalam wasiatnya. Roma mengabaikan wasiat ini karena Ptolemy IX mengendalikan kerajaan tersebut. Selain itu, Senat Romawi khawatir bahwa jenderal mana pun yang menaklukkan Mesir akan cukup kaya dan populer untuk menjadi seorang tiran. Ancaman aneksasi Romawi terus-menerus terjadi sepanjang hidup Ptolemy XII.

Ptolemy XII menghabiskan masa remajanya di Suriah karena alasan yang tidak diketahui. Mithridates VI dari Pontus (berkuasa 120-63 SM) mungkin telah menawannya ketika ia menaklukkan pulau Kos yang dikuasai Mesir pada tahun 88 SM. Beberapa sejarawan modern berteori bahwa ia sebenarnya adalah salah satu putra Cleopatra III dan Ptolemy VIII, yang dikirim ke Kos sebelum tahun 113 SM. Namun, para pangeran ini sah dan jauh lebih tua daripada Ptolemy XII.

### Penobatan & Pernikahan

Setelah Ptolemy XI terbunuh oleh pemberontakan massa di Alexandria, desas-desus menyebar bahwa wasiatnya mewariskan Kerajaan Ptolemaik kepada Roma. Untuk mencegah Roma mencaplok Mesir, penduduk Alexandria bergegas menggantikannya dengan raja baru. Perang saudara selama beberapa generasi telah membunuh sebagian besar dinasti Ptolemaik, sehingga Ptolemy XII dipilih untuk memerintah Mesir, sementara saudaranya Ptolemy diberi Siprus. Ratu Seleukia Cleopatra Selene I, yang memiliki keturunan Ptolemaik, berpendapat bahwa putra-putranya memiliki klaim yang lebih baik atas takhta. Selene dan putra-putranya mengunjungi Roma pada tahun 75 SM dan menyumbangkan sebuah kandelabra yang megah ke Kuil Jupiter Capitolinus, tetapi Senat Romawi tidak mengakui klaim mereka.

[ ![Family Tree of the Ptolemaic Dynasty of Egypt (305-30 BCE)](https://www.worldhistory.org/img/r/p/750x750/15205.png?v=1790193870-1772088789) Silsilah Keluarga Dinasti Ptolemaik Mesir (305-30 SM) Simeon Netchev (CC BY-NC-ND) ](https://www.worldhistory.org/image/15205/family-tree-of-the-ptolemaic-dynasty-of-egypt-305/ "Family Tree of the Ptolemaic Dynasty of Egypt (305-30 BCE)")Pada tahun 79 SM, Ptolemy XII menikahi putri Ptolemaik Cleopatra V Tryphaena untuk mengamankan klaimnya atas takhta. Prasasti Mesir kuno menggambarkan Ptolemy XII dan Cleopatra V sebagai "Dewa Bersaudara", tetapi ini adalah gelar formula yang digunakan untuk semua pasangan penguasa Ptolemaik. Cleopatra V kemungkinan adalah putri Ptolemy X dan Cleopatra IV, menjadikannya sepupu Ptolemy XII. Pasangan ini memiliki setidaknya satu putri sah, Berenike IV. Anaknya yang paling terkenal, Cleopatra VII, mungkin lahir dari pernikahan ini, meskipun sejarawan Romawi Strabo mengklaim bahwa ia tidak sah.

Pada tahun 69 atau 68 SM, Cleopatra V menghilang dari prasasti resmi, baik karena ia menceraikannya atau karena ia meninggal. Ia kemudian memiliki seorang putri bernama Arsinoe IV dan dua putra, Ptolemy XIII (berkuasa 51-47 SM) dan Ptolemy XIV (berkuasa 47-43 SM), dengan seorang wanita yang tidak diketahui. Para sejarawan berspekulasi bahwa wanita ini adalah seorang bangsawan Yunani, seorang pelacur, atau seorang pendeta wanita Mesir. Pada suatu titik dalam hidupnya, ia tampaknya telah bertunangan dengan Mithridatis, putri Mithridates VI dari Pontus. Sebuah prasasti dari Kuil Isis di Philae juga mengidentifikasi tiga penari pria – Tryphon, Nicolaus, dan Strouthion – sebagai kekasihnya.

### Kekuasaan Raja & Reputasi

Ptolemy XII memiliki reputasi buruk karena mabuk dan hidup sembrono. Ia sering menjadi tuan rumah dan tampil dalam kompetisi musik, yang dianggap sebagai kegiatan kelas rendah. Instrumen favoritnya adalah aulos, dan ia dijuluki dengan nada mengejek "Auletes" ("Pemain Seruling"). Baik kebiasaan minumnya maupun minat musiknya dikaitkan dengan kultus misteri Dionysus, dewa anggur, musik, dan inspirasi ilahi. Ptolemy XII memberi dirinya julukan "Neos Dionysos" ("Dionysus Baru") dan digambarkan dengan atribut dewa tersebut. Dinasti Ptolemaik selalu menghormati Dionysus, yang menaklukkan Asia dalam [mitologi Yunani](https://www.worldhistory.org/trans/id/1-11221/mitologi-yunani/) dan dianggap sebagai padanan Yunani untuk dewa Mesir Osiris.

Para penulis kuno menggambarkan Ptolemy XII sebagai orang yang malas dan tidak layak menjadi raja, tetapi ia membuat banyak prestasi selama pemerintahannya. Ia menjalin hubungan yang kuat dengan para pendeta Mesir, membangun banyak kuil baru dan merenovasi kuil-kuil lama. Ia sering mengunjungi kota suci Memphis untuk memberi penghormatan kepada Kuil Ptah di sana. Selain itu, perdagangan berkembang pesat, memperkaya Mesir pada masa Ptolemaik.

[ ![Ptolemy XII Pylon, Edfu Temple](https://www.worldhistory.org/img/r/p/750x750/19648.jpg?v=1731219469-1731570485) Pilar Ptolemy XII, Kuil Edfu Crucifixion (Public Domain) ](https://www.worldhistory.org/image/19648/ptolemy-xii-pylon-edfu-temple/ "Ptolemy XII Pylon, Edfu Temple")Masa pemerintahannya mengantarkan kebangkitan kembali bagi [Perpustakaan Alexandria](https://www.worldhistory.org/trans/id/1-10883/perpustakaan-alexandria/), yang mengalami kemunduran setelah Ptolemy VIII (berkuasa 170-116 SM) menganiaya para cendekiawan. Banyak intelektual besar berkembang di bawah Ptolemy. Murid-murid Timagenes, Strabo dan Nicolaus dari Damaskus, menulis catatan sejarah otoritatif yang diandalkan oleh sejarawan modern. Sekolah-sekolah filsafat baru juga didirikan, yang sangat memengaruhi filsafat Romawi.

### Hubungan dengan Republik Romawi

Pada abad ke-1 SM, tentara Ptolemaik bukan lagi kekuatan dunia, dan Mesir bergantung pada perlindungan Romawi dari Kekaisaran Seleukia. Politisi Romawi Marcus Licinius Crassus (115-53 SM) dan Julius Caesar (100-44 SM) mengusulkan aneksasi Mesir pada tahun 65 SM. Hal ini ditentang oleh para senator seperti Marcus Tullius Cicero, yang khawatir hal itu akan membahayakan republik.

Ptolemy XII menggunakan suap dan diplomasi untuk menciptakan jaringan sekutu di Senat Romawi yang dapat memblokir upaya aneksasi. Ia juga menginginkan konfirmasi resmi bahwa Roma mengakui dirinya sebagai raja Mesir yang sah. Sekutu terpentingnya adalah Pompey Agung (106-48 SM), yang diundangnya ke Alexandria pada tahun 67 SM, dan tahun berikutnya, ia mengirim 8.000 tentara Mesir beserta perbekalan untuk mendukung perang Pompey melawan Mithridates VI. Pada tahun 59 SM, Pompey dan Caesar mengesahkan undang-undang yang menyatakan Mesir sebagai teman dan sekutu Republik Romawi, setelah Ptolemy XII membayar mereka suap sebesar 6.000 talenta, setara dengan pendapatan tahunan Mesir.

Untuk membayar suap ini, Ptolemy XII meminjam sejumlah besar uang dari kreditor Romawi, sehingga ia dikenal sebagai pengemis dan penipu. Ia menaikkan pajak di Mesir untuk membantu melunasi utangnya, yang menyebabkan pemogokan pekerja dan perlawanan sipil. Sentimen anti-Romawi meningkat drastis di Alexandria selama masa pemerintahannya, yang mengakibatkan hukuman mati tanpa pengadilan terhadap seorang warga Romawi yang berkunjung pada tahun 60 SM.

Pada tahun 58 SM, Clodius Pulcher mengusulkan aneksasi Siprus yang kaya akan pertanian untuk mendanai distribusi gandum bersubsidi negara kepada penduduk Romawi. Sebagai dalih untuk perang, ia menuduh Ptolemy dari Siprus bekerja sama dengan bajak laut di Mediterania kuno. Cato Muda (955-46 SM) diberi komando kampanye Siprus karena kesetiaannya kepada Republik dan karena Clodius ingin menyingkirkannya dari Roma. Cato menawarkan kepada raja untuk turun takhta dan mencari perlindungan di Kuil Aphrodite di Paphos. Namun, Ptolemy dari Siprus malah bunuh diri, dan Cato mencaplok pulau itu.

### Perebutan kuasa

Ptolemy XII tidak melakukan apa pun untuk mencegah kematian saudaranya dan hilangnya Siprus, sehingga ia tampak lemah di mata rakyatnya. Tahun itu, ia terpaksa diasingkan dan putrinya, Berenike IV, menjadi ratu. Ia sempat memerintah bersama seorang wanita bernama Cleopatra VI Tryphaena, yang oleh sejarawan Porphyry digambarkan sebagai saudara perempuannya. Namun, ada kemungkinan bahwa ia adalah istri Ptolemy XII yang bernama sama.

Ptolemy XII melarikan diri ke Rhodes bersama putrinya yang masih remaja, Cleopatra VII, di mana mereka disambut oleh Cato. Menurut Plutarch, Cato memperingatkan Ptolemy XII untuk kembali ke Mesir daripada mempercayai para politisi korup di Roma. Terlepas dari peringatan ini, ia tetap pergi ke Roma dan tinggal sebagai tamu di vila Pompey.

Orang-orang Aleksandria mengirimkan utusan yang terdiri dari 100 warga untuk meyakinkan orang Romawi agar tidak membantu Ptolemy XII, tetapi ia menghentikan para duta besar tersebut melalui kombinasi suap, intimidasi, dan pembunuhan. Banyak tokoh Romawi yang berpengaruh menginginkan Ptolemy XII untuk merebut kembali kendali atas Mesir agar ia dapat membayar kembali uang yang telah dipinjamnya dari mereka. Para penentang gagasan intervensi Romawi berhasil berargumen bahwa nubuat dan pertanda telah meramalkan malapetaka jika Roma mengangkat kembali seorang raja Mesir. Karena tidak mendapat bantuan, Ptolemy XII mencari perlindungan di Kuil Artemis di Efesus pada tahun 57 SM.

> Gabinius mengalahkan orang-orang Aleksandria dan mengembalikan Ptolemy ke tampuk kekuasaan, tetapi ia sendiri diasingkan oleh Senat karena menyerang Mesir tanpa wewenang mereka, dan melakukan perang yang dianggap membawa malapetaka oleh orang Romawi; karena hal itu dilarang oleh kitab-kitab Sibylline.
> (Appian, Perang Spanyol, 8.51, terjemahan Horace White)

Pada tahun 56 SM, Pompey memerintahkan Aulus Gabinius, prokonsul Romawi di Suriah, untuk membantu Ptolemy XII meskipun Senat menentangnya. Ptolemy XII berjanji akan membayar Gabinius dan pasukannya sebagai imbalan. Gabinius memimpin pasukannya ke Mesir, membuat Suriah rentan terhadap pembajakan dan perampokan. Ini adalah pertama kalinya pasukan Romawi menduduki Mesir. Ia dan letnannya, Mark Antony (83-30 SM), dengan cepat mengalahkan Berenike IV dan memulihkan takhtanya. Di kemudian hari, Antony menjadi sekutu dan suami Cleopatra VII. Setelah perang, Gabinius diadili karena menentang Senat untuk membantu Ptolemy XII. Ia dibebaskan dari tuduhan pengkhianatan berkat pengaruh Pompey, tetapi dihukum karena pemerasan dan diasingkan pada tahun 54 SM.

### Pemerintahan Kemudian

Setelah kembali berkuasa, Ptolemy XII mengeksekusi Berenike IV dan warga penting yang telah mendukungnya, menyita uang dan harta benda mereka. Ia menumpas pemberontakan menggunakan Gabiniani, pasukan tentara bayaran yang terdiri dari 2.500 tentara Romawi yang ditinggalkan oleh Gabinius. Pasukan ini diperkuat dengan budak, penjahat, dan tentara bayaran yang direkrut dari bagian lain Republik Romawi. Reputasi mereka yang garang bahkan membuat Caesar terkesan ketika ia menginvasi Mesir pada tahun 48 SM.

Suap yang dibayarkan untuk memastikan pemulihan kekuasaannya telah melipatgandakan utangnya, dan ia kembali menaikkan pajak. Salah satu tindakan pertamanya adalah menunjuk bankir Romawi Gaius Rabirius Postumus sebagai menteri keuangan baru Mesir. Kekhawatiran utama Rabirius adalah mendapatkan kembali uang yang telah ia dan orang Romawi lainnya berikan kepada Ptolemy XII, dan ia memeras wajib pajak melalui reformasi fiskal yang merugikan. Ekonomi Mesir Ptolemaik menderita karena kandungan perak dalam koin dikurangi. Akhirnya, warga Aleksandria menyerang Rabirius sebagai bentuk protes. Ptolemy XII membawa Rabirius ke dalam tahanan perlindungan dan mengirimnya pulang sebelum ia terbunuh. Rabirius diadili di Roma atas tuduhan pemerasan, dan Caesar mengambil alih sisa utang, dengan maksud untuk akhirnya menagihnya dari orang Mesir.

Pada tahun 52 SM, Ptolemy XII menunjuk Cleopatra VII sebagai wakilnya dan mempersiapkannya untuk memerintah setelahnya. Dalam wasiatnya, ia mewariskan kerajaannya kepada anak-anaknya yang tertua yang masih hidup: Cleopatra VII yang berusia 18 tahun dan Ptolemy XIII yang berusia 10 tahun. Ia mengirimkan salinan wasiatnya ke Roma untuk disimpan di perbendaharaan, dengan harapan Senat Romawi akan menegakkannya jika terjadi perselisihan suksesi. Pompey menyita wasiat tersebut sebelum sampai ke perbendaharaan agar ia dapat memiliki kekuasaan atas para ahli waris dengan bertindak sebagai pelaksana wasiat.

[ ![Cleopatra VII](https://www.worldhistory.org/img/r/p/500x600/4338.jpg?v=1789598469-erfuxar6) Cleopatra VII Mark Cartwright (CC BY-NC-SA) ](https://www.worldhistory.org/image/4338/cleopatra-vii/ "Cleopatra VII")### Kematian & Warisan

Ptolemy XII meninggal karena sebab alami pada musim semi tahun 51 SM, ketika usianya sekitar 40-an. Meskipun ia menginginkan anak-anaknya memerintah bersama secara damai, mereka bert爭perebutan kekuasaan tunggal atas Mesir. Pada tahun 48 SM, Caesar mengalahkan Pompey dalam perang saudara, dan Pompey melarikan diri ke Mesir di mana ia dieksekusi oleh Ptolemy XIII. Caesar tiba di Mesir segera setelah itu dengan maksud untuk menagih hutang Ptolemy XII. Ia ikut campur dalam krisis suksesi Mesir dengan membantu Cleopatra VII mengalahkan dan membunuh Ptolemy XIII pada tahun 47 SM. Selama konflik ini, Caesar dan Cleopatra menjadi sepasang kekasih, yang menghasilkan kelahiran Caesarion, cucu pertama Ptolemy XII.

> Sepanjang masa pemerintahannya yang panjang, tujuan utama Ptolemy Auletes adalah untuk mengamankan kekuasaannya di tahta Mesir agar pada akhirnya dapat mewariskannya kepada ahli warisnya. Untuk mencapai tujuan ini, ia siap mengorbankan banyak hal: kehilangan tanah-tanah Ptolemaik yang kaya, sebagian besar kekayaannya, dan bahkan, menurut Cicero, martabat yang menjadi dasar mistik kekuasaan raja ketika ia tampil di hadapan rakyat Romawi sebagai seorang pemohon biasa. (Siani-Davies, hlm. 340)

Cleopatra VII melanjutkan kebijakan pro-Romawi ayahnya untuk memastikan kemerdekaan Mesir tetap terjaga. Ia dikenang sebagai penguasa yang lebih kompeten dan cerdas daripada ayahnya dalam literatur Romawi, tetapi sejarawan modern sejak itu telah menilai kembali pemerintahan ayahnya. Terlepas dari kekejamannya yang kadang-kadang terjadi dan kebijakan ekonominya yang keras, ia akhirnya berhasil melindungi Mesir dan membangun kekayaan yang cukup besar. Rencananya untuk memastikan transisi kekuasaan yang damai setelah kematiannya gagal karena alasan di luar kendalinya.

#### Editorial Review

This human-authored definition has been reviewed by our editorial team before publication to ensure accuracy, reliability and adherence to academic standards in accordance with our [editorial policy](https://www.worldhistory.org/static/editorial-policy/).

## Daftar Pustaka

- [Ashton, Sally-Ann. *Cleopatra and Egypt.* Wiley-Blackwell, 2008.](https://www.worldhistory.org/books/1405113901/)
- [Braund, David. *Rome and the Friendly King.* Routledge, 2015.](https://www.worldhistory.org/books/0415743028/)
- [Chauveau, Michel & Lorton, David. *Cleopatra.* Cornell University Press, 2002.](https://www.worldhistory.org/books/0801438675/)
- [Günther Hölbl & Tina Saavedra. *A History of the Ptolemaic Empire.* Routledge, 2000.](https://www.worldhistory.org/books/0415234891/)
- [Leao, Delfim & Ferreira, Daniela & Rodrigues, Nuno Simoes & Morais, Rui. *Our Beloved Polites.* Archaeopress, 2022.](https://www.worldhistory.org/books/1803271701/)
- [Llewellyn-Jones, Lloyd. *The Cleopatras.* Basic Books, 2024.](https://www.worldhistory.org/books/1541602927/)
- [michael-grant. *Cleopatra.* Barnes and Noble Books, 1972.](https://www.worldhistory.org/books/0880297255/)
- [Roller, Duane W. *Cleopatra.* Oxford University Press, 2011.](https://www.worldhistory.org/books/0199829969/)
- [Sullivan, Richard D. *Near Eastern Royalty and Rome, 100-30 Bc.* University of Toronto Press, Scholarly Publishing Division, 1990.](https://www.worldhistory.org/books/0802026826/)
- [Volkmann, Hans. *Cleopatra a Study in Politics & Propaganda.* Elek Books Limited, 2024.](https://www.worldhistory.org/books/B001CTYER8/)
- [Whitehorne, John. *Cleopatras.* Routledge, 2001.](https://www.worldhistory.org/books/0415261325/)

## Tentang Penulis

Arienne King adalah seorang penulis dan konsultan sejarah yang mengkhususkan diri dalam Mesir Ptolemaik dan zaman klasik. Ia telah menulis untuk publikasi seperti HistoryExtra BBC dan Ancient History Magazine.
- [Linkedin Profile](https://www.linkedin.com/in/arienne-king-430418180)

## Garis Waktu

- **88 BCE**: [Mithridates VI](https://www.worldhistory.org/Mithridates_VI/) conquers [Kos](https://www.worldhistory.org/Kos/), part of the [Ptolemaic Empire](https://www.worldhistory.org/disambiguation/Ptolemaic_Empire/).
- **80 BCE**: [Ptolemy XII](https://www.worldhistory.org/Ptolemy_XII/) becomes king of [Egypt](https://www.worldhistory.org/egypt/).
- **79 BCE**: [Ptolemy XII](https://www.worldhistory.org/Ptolemy_XII/) marries [Cleopatra](https://www.worldhistory.org/disambiguation/cleopatra/) V Tryphaena.
- **59 BCE**: [Ptolemy XII](https://www.worldhistory.org/Ptolemy_XII/) of [Egypt](https://www.worldhistory.org/egypt/) is formally named an ally of the [Roman Republic](https://www.worldhistory.org/Roman_Republic/).
- **58 BCE**: [Berenike IV](https://www.worldhistory.org/Berenike_IV/) usurps the throne of [Ptolemy XII](https://www.worldhistory.org/Ptolemy_XII/).
- **58 BCE**: Ptolemaic [Cyprus](https://www.worldhistory.org/cyprus/) is annexed by the [Roman Republic](https://www.worldhistory.org/Roman_Republic/).
- **c. 55 BCE**: Aulus Gabinius defeats [Berenike IV](https://www.worldhistory.org/Berenike_IV/) and gives [Egypt](https://www.worldhistory.org/egypt/) back to [Ptolemy XII](https://www.worldhistory.org/Ptolemy_XII/).
- **51 BCE**: [Death](https://www.worldhistory.org/disambiguation/Death/) of [Cleopatra](https://www.worldhistory.org/disambiguation/cleopatra/)'s father, [Ptolemy XII](https://www.worldhistory.org/Ptolemy_XII/) Auletes.

## Sitasi Karya Ini

### APA
King, A. (2026, October 19). Ptolemy XII. (C. Pasaribu, Penerjemah). *World History Encyclopedia*. <https://www.worldhistory.org/trans/id/1-10409/ptolemy-xii/>
### Chicago
King, Arienne. "Ptolemy XII." Diterjemahkan oleh Callysta Pasaribu. *World History Encyclopedia*, October 19, 2026. <https://www.worldhistory.org/trans/id/1-10409/ptolemy-xii/>.
### MLA
King, Arienne. "Ptolemy XII." Diterjemahkan oleh Callysta Pasaribu. *World History Encyclopedia*, 19 Oct 2026, <https://www.worldhistory.org/trans/id/1-10409/ptolemy-xii/>.

## Lisensi &amp; Hak Cipta

Dikirim oleh [Callysta Pasaribu](https://www.worldhistory.org/user/callysta.pasari/ "User Page: Callysta Pasaribu"), dipublikasikan pada 19 October 2026. Silakan periksa sumber aslinya untuk informasi hak cipta. Harap diperhatikan bahwa konten yang ditautkan dari halaman ini mungkin memiliki ketentuan lisensi yang berbeda.

